SAMPAI MAUT MEMISAHKAN KITA
Hari ini, Rabu 25 Agustus 2010, ketika tugasku sudah aku selesaikan yaitu memerika soal-soal yang akan di ujikan di kelas III SMU IPA, tanpa terasa jarum jam telah menunjukka pukul 00.45 WIB. Aku masih susah tidur, aku coba pejamkan mata… namun tidak bisa. Dari pada aku melamun atau berpikir yang tidak karuan… aku baca buku “ Kisah Inspirasional untuk Menumbuhkan Benih Keunggulan” karya Johny The, Andi Offset Yogyakarta. Aku tertarik dengan judul yang ada di buku itu seperti judul di atas. Aku baca…. lalu ia mengisahkan cerita film yang terkenal semasa aku masih pemuda dulu yaitu film Titanic. Karena penasaran… aku putar film itu di Laptop ku dan aku ikuti ceritanya, ada dua cerita yang kontras dalam hal itu.
Pertama, ada sebuah cinta segitiga yang terjadi pada cerita utama film itu. Roose dalam hal ini menjadi seorang kekasih seorang lelaki kaya dan bangsawan yang kurang memahaminya, hanya menganggap wanita itu sebagai teman penghibur saja. Bila sudah ada materi dan kemewahan sudah cukup, dan sang pria itu hanya sibuk dengan kesenangannya tanpa memperhatikan kebutuhan Roose. Dalam situasi seperti ini, Roose terpikat pada seorang rakyat jelata yang ikut di kapal itu, namun dalam hal ini menimbulkan masalah. Roose menentang, mamanya, bibinya dan kekasihnya yang bangsawan dan kaya itu karena hatinya telah terpaut pada seorang yang memperhatikannya yaitu kekasihnya yang baru, ia mengisi hari-hari Roose yang penuh dengan kesepian. Namun kisah itu.. berakhir dengan tragis, ketika terjadi bencana itu, kapal Titanic pecah… penumpang kocar-kacir…. Mereka berusaha bertahan… segala kesusahan mereka hadapi bersama…. ada hal yang sangat istimewa dari tokoh Roose dalam cerita ini. Ia memilih resiko yang sangat besar, memilih tetap di kapal pecah demi bersama kekasihnya. Jika ingin mengambil tindakan aman, ia dapat saja pergi dengan tunangan nya yang kaya raya itu, semua fasilitas sudah tersedia. Tapi pada cerita ini, Roose adalah type wanita yang setia, memegang penuh komitmen dengan kekasihnya. Dia tetap setia walau pun dalam suka dan duka. Hal ini terlihat ketika ia kembali ke dalam kapal dan mencari kekasihnya yang tertambat. Resiko bahaya sangat besar, taruhannya adalah nyawa, namun ia tetap dalam komitmen hatinya. Namun nasib berkata lain, sang pria kekasih Roose meninggal kedinginan di tengah lautan. Namun Roose selamat.
Kedua, Kisah bapak dan ibu Strauss. Ketika kesempatan ada pada mereka, pertama mereka memberangkatkan pelayannya yaitu Mabel dan istrinya. Setelah itu, penumpang sekoci dibatasi, yaitu wanita mendapat prioritas pertama, lalu ibu Strauss naik ke sekoci. Tapi pada saat ia mulai melangkah,,, ia berubah pikiran, ia kembali ke kapal yang sudah mulai tenggelam. “My darling, go up to sloop”(Sayangku, naiklah ke sekoci), kata suaminya. Lalu ia menatap suaminya dan memeluknya dan berkata:” No, we have been together during through years. I will not die isn't it your own. Kemana you go I to follow with you” (Tidak, kita sudah bersama selama bertahun-tahun. Aku tidak akan meninggal kan mu sendiri. Kemana engkau pergi aku ikut dengan mu). Demikian mereka terlihat terakhir kalinya, berdiri berpelukan di geladak dan kapal pun perlahan-lahan tenggelam.
Dari kedua kasus ini, yang menjadi inti perhatian saya adalah dua wanita yang setia kepada janjinya dan aktualisasinya dia lakukan walau maut harus menjemputnya. Yang paling sangat saya kagumi dala film itu adalah Roose, Ia komit dengan perkataannya dan seandainya ia mau lebih baik, ia dapat saja menyelamatkan diri bersama keluarganya dan tunangannya, toh yang tertinggal hanya seorang lelaki yang tidak punya apa-apa, dan baru saja ia kenal selama perjalanan itu. Tapi karena ia telah menjalin asmara dengan kekasihnya, ia memilih jalannya yang menurut saya penuh dengan resiko. Ia adalah wanita yang memiliki cinta sejati di dalam jiwa raganya. Ibu Staruss, ia ingat sewaktu pemberkatannya, yang tidak akan berpisah kecuali oleh kematian. Dua wanita yang setia…. Apakah mereka nyata dalam kehidupan ini? Apakah ia hanya dalam sebuah film? Apakah wanita yang seperti ini hanya halusinasi dari sipengarang cerita? Mari kita uji dalam kehidupa kita…. Apakah wanita yang aa disekitar kita mampu seperti mereka………(S4MT)……………Rabu, 25 Agustus 2010 ..pkl 03.15 WIB
Selasa, 24 Agustus 2010
ARTI SEBUAH HARI KELAHIRAN
ARTI SEBUAH HARI KELAHIRAN
Dua hari yang lalu (20 Agustus) seorang teman saya, sungguh-sungguh lupa kalau dia lagi ulang tahun. Mungkin sedang fokus pada masalah pribadi dan keluarga yang sedang dihadapinya. Dia kaget waktu saya kasih ucapanka selamat. Dia berkata: "ah bukan Pak...saya tidak ulang tahun hari ini". Lalu saya tanya: "Kapan kamu ulang tahun...?" Jawabnya "20 Agustus". Jawabku : "Lha ini kan 20 Agustus...?" Diapun tersipu malu dan mengatakan "O iya... sorry..." Dia pun menerima ucapan selamat saya dengan senyuman manis. Dan ia pun mengucapkan terima kasih ke pada saya dan berkata bahwa, “ Kamu lah orang pertama yang mengucapkan kata selamat ulang tahun pada saya hari ini” . Saya berharap ucapan itu datang dari orang terdekat saya, namun semua mereka membuat saya kecewa, itu makanya setiap hari ulang tahun saya, saya sering lupa.
Dan saya terkesan dengan pengalama teman saya ketika kami saling berbagi cerita tentang masalah pribadi. Ia adalah teman saya, sejak kami sekolah SD dulu, kami sering bersama ketika peri membantu orang tua pergi ke ladang. Setelah menjadi seorang bapa ditengah keluarga, kami sering cerita pengalaman dan masalah pribadi ketika kami sedang membahas Firman Tuhan. Ia juga tidak terlalu bersemangat menyambut hari ulang tahun. Ia terlahir 39 tahun lalu di sebuah desa kecil di kaki Gunung Simbolon Kabupaten Simalungun. Ia anak ke 11 dari 12 bersaudara. Semua Wanita. Entah kenapa, setiap kali ulang tahun sejak anak-anak, ia sering lupa ulang tahunnya. Kalaupun ingat, ya biasa saja tanpa ada yang berkesan. Setelah kami dibimbing oleh hamba Tuhan, dan kami terlibat sebuah pelayanan, kami semakin akrab dan saling menceritakan masalah satu sama lain.Ia merasa saya jadi saudara yang melebihi saudara kandung, karena dasar persaudaraan di dalam Kristus. Memang persaudaraan di dalam Kristus, jauh lebih indah dibandingkan dengan persaudaraan lain.Ternyata dalam hidupnya, ia seperti anak yang tidak diinginkan oleh orang tuanya. Ketika ia dalam kandungan orangtuanya (terutama bapaknya) mengharapkan ia terlahir sebagai anak laki-laki. Sepuluh orang kakaknya semua perempuan. Tak ada satupun laki-laki. Mama sangat kecewa dengan kelahiran saya, sebab merasa tidak bisa membahagiakan keinginan suaminya. Penolakan demi penolakan ia alami sejak kecil. Yang paling pahit adalah sejak setahun ia sering dipakaikan celana laki-laki dan dipangkas layaknya seperti laki-laki. Selain petugas gereja, orang tuanya juga masih teramat kental dengan adat istiadat setempat, dimana pada suku Simalungun, jika tidak punya anak laki-laki sepertinya tidak berhasil dan garis keturunan tidak ada yang melanjutkan. Keluarga dari pihak bapaknya sudah sering kali menganjurkan agar bapaknya menikah lagi. Namun karena bapaknya seorang petugas gereja, dan ingat janji pemberkatannya, ia tidak lakukan itu. Ayahnya seorang yang tegas dan komit dengan janji.Persoalan itu sudah terjadi sejak anak ke 4, keluarga bapaknya menganjurkan menikah lagi. Tapi hingga mereka semua terlahir sebanyak 12 orang, semuanya perempuan. Tapi kini, setelah kami berkeluarga, bapa dan mama kami menjadi lebih taat mengikut Kristus, di usia mereka yang senja mereka lebih taat lagi.
Semangat hari kelahiran
Sampai suatu hari di ulangtahunku yang ke-40 (tahun lalu), saya baru bisa menikmati hari ulang tahun dengan antusias. Hari itu (Mei 2001) lewat VCD seminar Sex Education dari pembicara kenamaan Pam Stenzel, saya sadar hari kelahiran adalah sesuatu yg istimewa dan layak dirayakan.
Pam Stenzel bersaksi bahwa ia lahir dari benih perkosaan. Ia tak pernah kenal ayah biologisnya (yang adalah seorang pemerkosa), juga ibunya (yang melahirkan dia saat usia 17 tahun). Ibunya hamil karena diperkosa di sebuah lapangan. Sang ibu memilih tetap memelihara kandungan. Setelah lahir anaknya diberi nama Pam dan dititip ke orangtua asuh. Pam sejak kecilnya berdoa begini: "Tuhan, kalau saya bisa ketemu mama kandung saya di Sorga, aku akan peluk dan cium dia, dan berkata: Ma, terima kasih karena kau tidak gugurkan saya, tapi kau memberi aku hidup." Ahhhh, kesaksian ini sungguh menggugah saya dan menyadarkan saya betapa istimewanya hari kelahiran dan orangtua yang melahirkan saya. Saya baru sadar bahwa Papa dan mama adalah orang yang luar biasa dalam hidup, karena sudah melahirkan dan membesarkanku. Saat itu aku teringat Firman Tuhan yang berkata: "Sebab Engkaulah yang membentuk buah
pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya." (Mazmur 139:13-14). Ohh, Praise The Lord!! Aku ajaib, andapun ajaib. Mari rayakan hidup kita, karena kita sungguh ajaib. Mari kita syukuri dan nikmati anak-anak pemberian Tuhan di keluarga kita. Karena mereka adalah anak ajaib. Salah satu Panggilan mulia dan istimewa dalam hidup kita adalah boleh menjadi ayah dan ibu. Saya teringat kalimat dari James Dobson: "dari semua gelar yang pernah diberikan kepada saya, yang paling saya sukai adalah ayah."Kiranya kita boleh menikmati keajaiban hidup, kelahiran kita dan rencana-Nya lewat kehadiran kita di dunia ini. Hari kelahiran bukan saja hari bersyukur, tapi hari pemberi semangat dan pengharapan bahwa Allah masih mempercayakan kehidupan untuk kita jalani………….(s4mt)
Dua hari yang lalu (20 Agustus) seorang teman saya, sungguh-sungguh lupa kalau dia lagi ulang tahun. Mungkin sedang fokus pada masalah pribadi dan keluarga yang sedang dihadapinya. Dia kaget waktu saya kasih ucapanka selamat. Dia berkata: "ah bukan Pak...saya tidak ulang tahun hari ini". Lalu saya tanya: "Kapan kamu ulang tahun...?" Jawabnya "20 Agustus". Jawabku : "Lha ini kan 20 Agustus...?" Diapun tersipu malu dan mengatakan "O iya... sorry..." Dia pun menerima ucapan selamat saya dengan senyuman manis. Dan ia pun mengucapkan terima kasih ke pada saya dan berkata bahwa, “ Kamu lah orang pertama yang mengucapkan kata selamat ulang tahun pada saya hari ini” . Saya berharap ucapan itu datang dari orang terdekat saya, namun semua mereka membuat saya kecewa, itu makanya setiap hari ulang tahun saya, saya sering lupa.
Dan saya terkesan dengan pengalama teman saya ketika kami saling berbagi cerita tentang masalah pribadi. Ia adalah teman saya, sejak kami sekolah SD dulu, kami sering bersama ketika peri membantu orang tua pergi ke ladang. Setelah menjadi seorang bapa ditengah keluarga, kami sering cerita pengalaman dan masalah pribadi ketika kami sedang membahas Firman Tuhan. Ia juga tidak terlalu bersemangat menyambut hari ulang tahun. Ia terlahir 39 tahun lalu di sebuah desa kecil di kaki Gunung Simbolon Kabupaten Simalungun. Ia anak ke 11 dari 12 bersaudara. Semua Wanita. Entah kenapa, setiap kali ulang tahun sejak anak-anak, ia sering lupa ulang tahunnya. Kalaupun ingat, ya biasa saja tanpa ada yang berkesan. Setelah kami dibimbing oleh hamba Tuhan, dan kami terlibat sebuah pelayanan, kami semakin akrab dan saling menceritakan masalah satu sama lain.Ia merasa saya jadi saudara yang melebihi saudara kandung, karena dasar persaudaraan di dalam Kristus. Memang persaudaraan di dalam Kristus, jauh lebih indah dibandingkan dengan persaudaraan lain.Ternyata dalam hidupnya, ia seperti anak yang tidak diinginkan oleh orang tuanya. Ketika ia dalam kandungan orangtuanya (terutama bapaknya) mengharapkan ia terlahir sebagai anak laki-laki. Sepuluh orang kakaknya semua perempuan. Tak ada satupun laki-laki. Mama sangat kecewa dengan kelahiran saya, sebab merasa tidak bisa membahagiakan keinginan suaminya. Penolakan demi penolakan ia alami sejak kecil. Yang paling pahit adalah sejak setahun ia sering dipakaikan celana laki-laki dan dipangkas layaknya seperti laki-laki. Selain petugas gereja, orang tuanya juga masih teramat kental dengan adat istiadat setempat, dimana pada suku Simalungun, jika tidak punya anak laki-laki sepertinya tidak berhasil dan garis keturunan tidak ada yang melanjutkan. Keluarga dari pihak bapaknya sudah sering kali menganjurkan agar bapaknya menikah lagi. Namun karena bapaknya seorang petugas gereja, dan ingat janji pemberkatannya, ia tidak lakukan itu. Ayahnya seorang yang tegas dan komit dengan janji.Persoalan itu sudah terjadi sejak anak ke 4, keluarga bapaknya menganjurkan menikah lagi. Tapi hingga mereka semua terlahir sebanyak 12 orang, semuanya perempuan. Tapi kini, setelah kami berkeluarga, bapa dan mama kami menjadi lebih taat mengikut Kristus, di usia mereka yang senja mereka lebih taat lagi.
Semangat hari kelahiran
Sampai suatu hari di ulangtahunku yang ke-40 (tahun lalu), saya baru bisa menikmati hari ulang tahun dengan antusias. Hari itu (Mei 2001) lewat VCD seminar Sex Education dari pembicara kenamaan Pam Stenzel, saya sadar hari kelahiran adalah sesuatu yg istimewa dan layak dirayakan.
Pam Stenzel bersaksi bahwa ia lahir dari benih perkosaan. Ia tak pernah kenal ayah biologisnya (yang adalah seorang pemerkosa), juga ibunya (yang melahirkan dia saat usia 17 tahun). Ibunya hamil karena diperkosa di sebuah lapangan. Sang ibu memilih tetap memelihara kandungan. Setelah lahir anaknya diberi nama Pam dan dititip ke orangtua asuh. Pam sejak kecilnya berdoa begini: "Tuhan, kalau saya bisa ketemu mama kandung saya di Sorga, aku akan peluk dan cium dia, dan berkata: Ma, terima kasih karena kau tidak gugurkan saya, tapi kau memberi aku hidup." Ahhhh, kesaksian ini sungguh menggugah saya dan menyadarkan saya betapa istimewanya hari kelahiran dan orangtua yang melahirkan saya. Saya baru sadar bahwa Papa dan mama adalah orang yang luar biasa dalam hidup, karena sudah melahirkan dan membesarkanku. Saat itu aku teringat Firman Tuhan yang berkata: "Sebab Engkaulah yang membentuk buah
pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya." (Mazmur 139:13-14). Ohh, Praise The Lord!! Aku ajaib, andapun ajaib. Mari rayakan hidup kita, karena kita sungguh ajaib. Mari kita syukuri dan nikmati anak-anak pemberian Tuhan di keluarga kita. Karena mereka adalah anak ajaib. Salah satu Panggilan mulia dan istimewa dalam hidup kita adalah boleh menjadi ayah dan ibu. Saya teringat kalimat dari James Dobson: "dari semua gelar yang pernah diberikan kepada saya, yang paling saya sukai adalah ayah."Kiranya kita boleh menikmati keajaiban hidup, kelahiran kita dan rencana-Nya lewat kehadiran kita di dunia ini. Hari kelahiran bukan saja hari bersyukur, tapi hari pemberi semangat dan pengharapan bahwa Allah masih mempercayakan kehidupan untuk kita jalani………….(s4mt)
Label:
ARTI SEBUAH HARI KELAHIRAN
Banyak perempuan BAIK
Banyak perempuan BAIK
Banyak perempuan BAIK, tapi yang SETIA siapakah yang menemukannya?
Bagi mereka yang ingin mencari teman hidup, godaan terbesar adalah tertarik hanya alasan fisik. Senang atau suka pada sifat yang tampak di luar saja. Misal, karena bakat dan kebaikan yang menyenangkan. Sifat baik penting dalam diri calon teman hidup kita. Namun perbuatan baik yang kita terima di saat berteman dan pacaran sering relatif dan motivasinya perlu diuji. Ada satu sifat yang lebih kita butuhkan, yang membuat sebuah perkawinan kuat. Yakni kesetiaan. Kesetiaan adalah buah iman. Kebaikan yang dibuat orang beriman, bukanlah agar mendapat sesuatu, tetapi karena sudah menerima sesuatu yang baik. Kebaikan dari orang setia, akan tetap mengalir meski respon pasangannya tidak baik. Kesetiaan adalah stabilizer dalam diri kita, agar kita tetap mengasihi pasangan yang kadang menjengkelkan kita. Karena itu, dalam pencarian sahabat dan teman hidup, salah satu sifat yang harus anda perhatikan adalah kesetiaan. Tanpa kesetiaan, hidup dan rumah nikah kita bagai membangun rumah kebaikan tanpa tiang-tiang yang kuat. Suatu hari kebaikan itu hancur, dan membuahkan kekecewaan dan penyesalan.
Banyak perempuan atau laki-laki yang BAIK, tapi yang SETIA siapakah yang menemukannya
Ada lima pengalaman yang mempengaruhi seluruh jiwa raga dan pengabdianku. Peristiwa yang selalu membuatkan diriku kagum bersyukur. Momen yang memotivasi hidupku untuk tidak undur dan terus berjuang..
Pertama, kelahiranku dari ibundaku Erna Saragih dan papaku Alm.Pati Waldinson Sinaga Meski dalam hidupku aku pernah merasa bahwa aku kurang mendapat perhatian dari mama dan papaku dan aku merasa seolah-olah mereka sempat tidak menyukaiku karena aku anak paling sulung dan awalnya aku sakit-sakitan,namun aku sangat bangga dengan mereka. Khususnya mama, dia adalah pejuang yang hebat, membesarkan ke-5 anaknya di tengah kondisi Papa kami yang lama menderita sakit.Ia berjuang dengan penuh semangat dan tak kenal lelah, tak kenal kata menyerah. Kenanganku akan mama tak pernah luntur. Kasih mama tiada duanya. Darah pengorbanannya saat melahirkanku terus menyengat perjuanganku yang tap pernah bisa ku balas dengan apapun. Ia pertaruhkan nyawanya untuk aku anaknya. Kegigihanya dalam mempertahankan anak-anaknya agar dapat sekolah yang tak mungkin dapat aku imbangi dalam hidupku.
Kedua, pengalamanku dilahirkan kembali 5 Desember 1999. Karya Roh Kudus memberikan saya sukacita karena memberi kepastian keselamatan dan status menjadi anak-anak-Nya. Memberiku rasa percaya diri sejati. Pengalaman pengampunan-Nya sungguh memerdekakan. Waktu itu, Papa ku sakit keras akibat menderita kanker di lehernya, dan ia berpesan… tiada kekuatan lain..selain dekat dan mengandalkan Yesus dalam hidup ini. Papaku yang tidak memiliki pengetahuan baik tentang alkitab sehingga ia sering dimanfaatkan orang lain dalam hidupnya. Ini yang memacu saya memiliki cita-cita ingin sekolah tinggi dan mendalami alkitab, agar saya tidak seperti Papa saya, yang selalu dimanfaatkan orang lain dalam hidupnya.
Ketiga, panggilan menjadi Hamba-Nya di ladang pelayanan Injil. Tahun 2005 aku mendapat kepercayaan dariNya melalui jemaat GKPS Simalingkar, aku terpilih jadi Syamas di jemaat itu. Saya merasa tidak layak dari semua aspek, tidak pantas, tetapi Dia berkehendak lain, Dia melayakkan saya menjadi pelayan-Nya, khususnya di GKPS Simalingkar. Saya bersyukur untuk kepercayaan yang diberikanNya melalui jemaat GKPS Simalingkar. Dalam usia yang relative muda, saya juga dipercayakan jadi Sekretaris Seksi Bapa Resort Medan Selatan, periode 2005 hingga 2010, dimana pada periode ini GKPS Resort Medan Selatan meraih prestasi yang membanggakan yaitu juara II Sayembara Koor dan Katekhisasi GKPS se Indonesia, bahkan se-Dunia. Saya bersyukur, pada saat itu saya menjadi sekretaris, yang awalnya saya harus bergumul dengan banyaknya persoalan. Saya harus menyiapkan waktu, dan bahkan mendahulukan dana yang hingga tahun 2010 ini belum semuanya kembali kepada saya. Waktu itu saya merasa tak sanggup, dimana banyak pihak yang hanya berpikir sektoral dan fanatisme yang sempit. Saya tak sangka, masih banyak orang yang kelihatannya baik dan dermawan, ternyata jika tidak dipamerkan, atau diumumkan dikhalayak ramai… ia enggan jadi donator. Maaf.. bukan saya negative tinking, ini fakta yang saya alami ketika aku baru memasuki dunia pelayanan ku di pimpinan keluarga Kristen..Imam di tengah keluarga yang berjabatan sebagai Bapa. Ketika keberhasilan itu terjadi,saya yakin dan mengaku.. itu berkat Tuhan dan anugerahNya buat kami warga GKPS Resort Medan Selatan.
Keempat, pernikahanku dengan Hernita Lasmaida Sitorus, S.T yang melengkapi hidupku.Saya yakin Tuhan sungguh memberiku hadiah terbesar, istri baik dan setia. Saya ingin, dia benar-benar kasih karunia istimewa, yang membuat sayap hidupku terbang tinggi.
Kelima, Tuhan memberi kami tiga putri yang baik. Menjadi Bapa adalah satu panggilan dan jabatan istimewa dan tdk tergantikan.Saya bercita-cita menjadi bapa yang menjadi perpanjangan tangan dari Bapa yang ada di Surga buat mereka semua. Agnes Sura Pati Sinaga, Ade Roh Muliani Sinaga dan Arini Natalin Sinaga menjadi sumber pembelajaran yg tdk pernah kering di dalam keseharian ku. Saya menemukan banyak masa kecil saya yang telah berlalu lewat mereka. Anak-anak telah mengajar saya bertanggung jawab dalam hidup ini. Mereka mendidik saya menjadi lebih memahami bagai mana perjuangan papa dan mama saya buat saya ketika saya seusia mereka. Mereka menyadarkan saya bagai mana kasih mama dan papa saya buat saya, dimana iwaktu itu saya tidak bisa memahaminya. Mereka menyadarkan saya betapa rapuhnya hidup ini tanpa bersandar kepada Hikmat Tuhan.
Semua ini memberi nafas dalam langkah hidupku. Menambahkan daya dalam perjuangan hidup yang kadang membuat saya takut dan mau mundur. Terima kasih Tuhan untuk semua pengalaman ini. Juga buat teman-temanku yang sempatkan diri baca tulisan ini dan memanjatkan doanya buat kami di Majelis Jemaat GKPS Simalingkar Medan.
Banyak perempuan BAIK, tapi yang SETIA siapakah yang menemukannya?
Bagi mereka yang ingin mencari teman hidup, godaan terbesar adalah tertarik hanya alasan fisik. Senang atau suka pada sifat yang tampak di luar saja. Misal, karena bakat dan kebaikan yang menyenangkan. Sifat baik penting dalam diri calon teman hidup kita. Namun perbuatan baik yang kita terima di saat berteman dan pacaran sering relatif dan motivasinya perlu diuji. Ada satu sifat yang lebih kita butuhkan, yang membuat sebuah perkawinan kuat. Yakni kesetiaan. Kesetiaan adalah buah iman. Kebaikan yang dibuat orang beriman, bukanlah agar mendapat sesuatu, tetapi karena sudah menerima sesuatu yang baik. Kebaikan dari orang setia, akan tetap mengalir meski respon pasangannya tidak baik. Kesetiaan adalah stabilizer dalam diri kita, agar kita tetap mengasihi pasangan yang kadang menjengkelkan kita. Karena itu, dalam pencarian sahabat dan teman hidup, salah satu sifat yang harus anda perhatikan adalah kesetiaan. Tanpa kesetiaan, hidup dan rumah nikah kita bagai membangun rumah kebaikan tanpa tiang-tiang yang kuat. Suatu hari kebaikan itu hancur, dan membuahkan kekecewaan dan penyesalan.
Banyak perempuan atau laki-laki yang BAIK, tapi yang SETIA siapakah yang menemukannya
Ada lima pengalaman yang mempengaruhi seluruh jiwa raga dan pengabdianku. Peristiwa yang selalu membuatkan diriku kagum bersyukur. Momen yang memotivasi hidupku untuk tidak undur dan terus berjuang..
Pertama, kelahiranku dari ibundaku Erna Saragih dan papaku Alm.Pati Waldinson Sinaga Meski dalam hidupku aku pernah merasa bahwa aku kurang mendapat perhatian dari mama dan papaku dan aku merasa seolah-olah mereka sempat tidak menyukaiku karena aku anak paling sulung dan awalnya aku sakit-sakitan,namun aku sangat bangga dengan mereka. Khususnya mama, dia adalah pejuang yang hebat, membesarkan ke-5 anaknya di tengah kondisi Papa kami yang lama menderita sakit.Ia berjuang dengan penuh semangat dan tak kenal lelah, tak kenal kata menyerah. Kenanganku akan mama tak pernah luntur. Kasih mama tiada duanya. Darah pengorbanannya saat melahirkanku terus menyengat perjuanganku yang tap pernah bisa ku balas dengan apapun. Ia pertaruhkan nyawanya untuk aku anaknya. Kegigihanya dalam mempertahankan anak-anaknya agar dapat sekolah yang tak mungkin dapat aku imbangi dalam hidupku.
Kedua, pengalamanku dilahirkan kembali 5 Desember 1999. Karya Roh Kudus memberikan saya sukacita karena memberi kepastian keselamatan dan status menjadi anak-anak-Nya. Memberiku rasa percaya diri sejati. Pengalaman pengampunan-Nya sungguh memerdekakan. Waktu itu, Papa ku sakit keras akibat menderita kanker di lehernya, dan ia berpesan… tiada kekuatan lain..selain dekat dan mengandalkan Yesus dalam hidup ini. Papaku yang tidak memiliki pengetahuan baik tentang alkitab sehingga ia sering dimanfaatkan orang lain dalam hidupnya. Ini yang memacu saya memiliki cita-cita ingin sekolah tinggi dan mendalami alkitab, agar saya tidak seperti Papa saya, yang selalu dimanfaatkan orang lain dalam hidupnya.
Ketiga, panggilan menjadi Hamba-Nya di ladang pelayanan Injil. Tahun 2005 aku mendapat kepercayaan dariNya melalui jemaat GKPS Simalingkar, aku terpilih jadi Syamas di jemaat itu. Saya merasa tidak layak dari semua aspek, tidak pantas, tetapi Dia berkehendak lain, Dia melayakkan saya menjadi pelayan-Nya, khususnya di GKPS Simalingkar. Saya bersyukur untuk kepercayaan yang diberikanNya melalui jemaat GKPS Simalingkar. Dalam usia yang relative muda, saya juga dipercayakan jadi Sekretaris Seksi Bapa Resort Medan Selatan, periode 2005 hingga 2010, dimana pada periode ini GKPS Resort Medan Selatan meraih prestasi yang membanggakan yaitu juara II Sayembara Koor dan Katekhisasi GKPS se Indonesia, bahkan se-Dunia. Saya bersyukur, pada saat itu saya menjadi sekretaris, yang awalnya saya harus bergumul dengan banyaknya persoalan. Saya harus menyiapkan waktu, dan bahkan mendahulukan dana yang hingga tahun 2010 ini belum semuanya kembali kepada saya. Waktu itu saya merasa tak sanggup, dimana banyak pihak yang hanya berpikir sektoral dan fanatisme yang sempit. Saya tak sangka, masih banyak orang yang kelihatannya baik dan dermawan, ternyata jika tidak dipamerkan, atau diumumkan dikhalayak ramai… ia enggan jadi donator. Maaf.. bukan saya negative tinking, ini fakta yang saya alami ketika aku baru memasuki dunia pelayanan ku di pimpinan keluarga Kristen..Imam di tengah keluarga yang berjabatan sebagai Bapa. Ketika keberhasilan itu terjadi,saya yakin dan mengaku.. itu berkat Tuhan dan anugerahNya buat kami warga GKPS Resort Medan Selatan.
Keempat, pernikahanku dengan Hernita Lasmaida Sitorus, S.T yang melengkapi hidupku.Saya yakin Tuhan sungguh memberiku hadiah terbesar, istri baik dan setia. Saya ingin, dia benar-benar kasih karunia istimewa, yang membuat sayap hidupku terbang tinggi.
Kelima, Tuhan memberi kami tiga putri yang baik. Menjadi Bapa adalah satu panggilan dan jabatan istimewa dan tdk tergantikan.Saya bercita-cita menjadi bapa yang menjadi perpanjangan tangan dari Bapa yang ada di Surga buat mereka semua. Agnes Sura Pati Sinaga, Ade Roh Muliani Sinaga dan Arini Natalin Sinaga menjadi sumber pembelajaran yg tdk pernah kering di dalam keseharian ku. Saya menemukan banyak masa kecil saya yang telah berlalu lewat mereka. Anak-anak telah mengajar saya bertanggung jawab dalam hidup ini. Mereka mendidik saya menjadi lebih memahami bagai mana perjuangan papa dan mama saya buat saya ketika saya seusia mereka. Mereka menyadarkan saya bagai mana kasih mama dan papa saya buat saya, dimana iwaktu itu saya tidak bisa memahaminya. Mereka menyadarkan saya betapa rapuhnya hidup ini tanpa bersandar kepada Hikmat Tuhan.
Semua ini memberi nafas dalam langkah hidupku. Menambahkan daya dalam perjuangan hidup yang kadang membuat saya takut dan mau mundur. Terima kasih Tuhan untuk semua pengalaman ini. Juga buat teman-temanku yang sempatkan diri baca tulisan ini dan memanjatkan doanya buat kami di Majelis Jemaat GKPS Simalingkar Medan.
SETIA SAMPAI MATI
SETIA SAMPAI MATI
Pagi ini, Senin, 23 Agustus 2010, pukul 07.35 WIB, aku telah tiba di kantor ku P4TK bidang Bangunan dan Listrik Medan. Keadaan masih lengang, belum banyak orang yang hadir di kantor, lalu aku melakukan scan finger sebagai pertanda dan bukti aku masuk kantor. Wah.. ruangan ku belum dibuka, Surya belum datang, maklum lah sekarang lagi bulan puasa, memang peraturan masuk jam 08.00WIB selama bulan Sucu Ramadhan ini. Aku kembali ke posko SATPAM, dan ambil kunci ruangan ku, aku masuk lalu aku lihat scedul ku hari ini. Ternyata jam 10.00 WIB kami harus rapat kerja antara Ketua Program Study dengan Kepala Departemen Teknik Bangunan, namun aku sudah janji dengan adik-adik kelas I SMA Plus Raya akan mengajar mereka tentang Persamaan Kwadrat. Lalu aku putuskan aku harus berangkat ke Raya jam 08.15 WIB pagi itu.
Setelah aku titipkan sepeda motor ku di Amplas, aku naik bus Intra tujuan Parapat, aku duduk di bari 3 dari depan, aku mendengar lagu di bus itu. Aku membaca buku yang mengisahkan cerita Ronald Reagan dengan Nancy. Pada tahun 1950 Reagan bertemu dengan Nancy saat bekerja sebagai aktris di MGM. Mereka saling jatuh cinta, dan menjalin hubungan asmara. Setelah lebih kurang dua tahun kemudian mereka menikah dan hasil dari perkawinan mereka, Tuhan karuniakan dua orang anak yaitu : Patti dan Ron. Semenjak pernikahan itu mereka mengarungi kehidupan ini bersama-sama baik susah maupun senang. Kebersamaan mereka dalam pernikahan ini adalah kurang lebih 54 tahun, hingga maut memisahkan mereka.
Ketika Reagan menjabat presiden Amerika Serikat selama dua periode, Nancy selalu mendampinginya dan menjadi penasehat utamanya. Pada tahun 1994, setelah pension, Reagan menderita penyakit Alzheimer dan menghilang dari aktivitas politik dan public. Nancy dengan setia mendampingi Reagan suaminya. Penyakit yang dideritanya membuat Reagan menjadi lupa ingatan. Bahkan pada istrinya Reagan sering bertanya” Anda siapa, kok siang malam anda menemani saya? Dengan senyum dan sabar Nancy menjawab: Aku isterimu sayang….itulah sebabnya saya menemani mu. Nancy dengan setia tetap mendampingi Reagan sampai ia menghembuskan nafas terakhirnya pada 19 Juni 2004. Nancy berkata,” Saya kira satu-satunya saat di mana mereka melarang saya bersama adalah saat ia berada dalam ruangan operasi, di luar itu saya selalu mendampinginya dan selalu di sampingnya.
Wah… beruntung sekali ia… ya. Dapatkah saya seperti dia…. Aku harus bisa. …..Selasa,24 Agustus 2010 pkl 01.35 WIB
Pagi ini, Senin, 23 Agustus 2010, pukul 07.35 WIB, aku telah tiba di kantor ku P4TK bidang Bangunan dan Listrik Medan. Keadaan masih lengang, belum banyak orang yang hadir di kantor, lalu aku melakukan scan finger sebagai pertanda dan bukti aku masuk kantor. Wah.. ruangan ku belum dibuka, Surya belum datang, maklum lah sekarang lagi bulan puasa, memang peraturan masuk jam 08.00WIB selama bulan Sucu Ramadhan ini. Aku kembali ke posko SATPAM, dan ambil kunci ruangan ku, aku masuk lalu aku lihat scedul ku hari ini. Ternyata jam 10.00 WIB kami harus rapat kerja antara Ketua Program Study dengan Kepala Departemen Teknik Bangunan, namun aku sudah janji dengan adik-adik kelas I SMA Plus Raya akan mengajar mereka tentang Persamaan Kwadrat. Lalu aku putuskan aku harus berangkat ke Raya jam 08.15 WIB pagi itu.
Setelah aku titipkan sepeda motor ku di Amplas, aku naik bus Intra tujuan Parapat, aku duduk di bari 3 dari depan, aku mendengar lagu di bus itu. Aku membaca buku yang mengisahkan cerita Ronald Reagan dengan Nancy. Pada tahun 1950 Reagan bertemu dengan Nancy saat bekerja sebagai aktris di MGM. Mereka saling jatuh cinta, dan menjalin hubungan asmara. Setelah lebih kurang dua tahun kemudian mereka menikah dan hasil dari perkawinan mereka, Tuhan karuniakan dua orang anak yaitu : Patti dan Ron. Semenjak pernikahan itu mereka mengarungi kehidupan ini bersama-sama baik susah maupun senang. Kebersamaan mereka dalam pernikahan ini adalah kurang lebih 54 tahun, hingga maut memisahkan mereka.
Ketika Reagan menjabat presiden Amerika Serikat selama dua periode, Nancy selalu mendampinginya dan menjadi penasehat utamanya. Pada tahun 1994, setelah pension, Reagan menderita penyakit Alzheimer dan menghilang dari aktivitas politik dan public. Nancy dengan setia mendampingi Reagan suaminya. Penyakit yang dideritanya membuat Reagan menjadi lupa ingatan. Bahkan pada istrinya Reagan sering bertanya” Anda siapa, kok siang malam anda menemani saya? Dengan senyum dan sabar Nancy menjawab: Aku isterimu sayang….itulah sebabnya saya menemani mu. Nancy dengan setia tetap mendampingi Reagan sampai ia menghembuskan nafas terakhirnya pada 19 Juni 2004. Nancy berkata,” Saya kira satu-satunya saat di mana mereka melarang saya bersama adalah saat ia berada dalam ruangan operasi, di luar itu saya selalu mendampinginya dan selalu di sampingnya.
Wah… beruntung sekali ia… ya. Dapatkah saya seperti dia…. Aku harus bisa. …..Selasa,24 Agustus 2010 pkl 01.35 WIB
Senin, 09 Agustus 2010
Matius 6:21
Matius 6:21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.
Dikisahkan di sebuah desa kecil, ada seorang tukang sepatu. Meskipun kehidupannya sangat sederhana, tetapi dia tampak santai dan bahagia. Hobinya, menyanyi. Mulai dari pagi saat mandi, siang hari waktu bekerja, maupun malam hari, tak henti-hentinya dia menyanyi dengan riang gembira. Sementara, tak jauh dari rumahnya, tinggal seorang tuan tanah yang kaya. Akan tetapi meskipun dia memiliki banyak harta, hidupnya tidak bahagia. Yah, dia selalu merasa ketakutan orang mencuri hartanya. Karena ketakutannya itu, saat malam hari dia sering tidak bisa tertidur lelap. Tiap pagi, saat mendengar nyanyian si tukang sepatu, sang tuan tanah menjadi iri dan sedikit jengkel. “Mengapa tukang sepatu bisa sebahagia itu, sedangkan aku mau tidur pun sulit. Alangkah baiknya kalau tidur bisa seperti makanan dan minuman, bisa dibeli dengan uang, maka aku akan membayar berapapun untuk dapat tidur dengan nyenyak.” Pada suatu hari, tuan tanah mengundang si tukang sepatu ke rumahnya. “Pak, berapa pendapatanmu dalam sebulan?” tanyanya. Tukang sepatu sambil tersenyum menjawab, ”Sebulan? Keseharian saja pendapatanku tidak menentu, kadang ada, kadang tidak. Setiap hari asal bisa makan sesuap nasi saja, aku sudah bersyukur.” Dengan penasaran si tuan tanah lanjut bertanya, ”Lho, bagaimana kamu bisa sebahagia itu?” “Asalkan setiap hari aku bisa makan, aku sudah puas. Aku tidak banyak berpikir, maka aku tidak perlu merasa susah,” jawab tukang sepatu. “Aku sangat iri kepadamu dan menghormatimu. Ini, aku hadiahi satu keping uang emas. Simpanlah baik-baik, mungkin kelak engkau memerlukannya,” kata tuan tanah seraya mengangsurkan uangnya kepada si tukang sepatu. Wah, seumur hidup belum pernah si tukang sepatu melihat uang emas. Bahkan, meskipun sudah bekerja sangat keras, takkan bisa ia menabung uang sebanyak itu. Maka, dia pun sangat berterima kasih, dan dengan gembira pulang ke rumahnya. Sampai di rumah, ia menyimpan uang itu di tempat yang teraman menurut dirinya. Dan sejak saat itu, keceriaannya mendadak lenyap. Dia tidak pernah menyanyi lagi, selalu merasa ketakutan bila orang akan mencuri uangnya. Dia juga selalu mencurigai orang yang mendekatinya dan berpikir, jangan-jangan orang itu mau mengambil hartanya. Maka, dia pun tidak lagi bisa tidur dengan nyenyak. Setelah beberapa lama, stresnya mulai menjadi-jadi. Keceriaannya yang dulu hilang sama sekali. Akhirnya, karena tidak tahan lagi, dia berlari ke rumah tetangganya, ”Pak, tolong kembalikan nyanyian dan kebahagiaanku. Ambillah kembali uangmu ini.”Setelah mengembalikan uang emas itu, si tukang sepatu pun bisa kembali terlepas dari semua beban. Maka, ia pun kembali bisa menyanyi dengan riang gembira dan tidur lelap di malam hari.
Matius 6:20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya…….s4mt
Dikisahkan di sebuah desa kecil, ada seorang tukang sepatu. Meskipun kehidupannya sangat sederhana, tetapi dia tampak santai dan bahagia. Hobinya, menyanyi. Mulai dari pagi saat mandi, siang hari waktu bekerja, maupun malam hari, tak henti-hentinya dia menyanyi dengan riang gembira. Sementara, tak jauh dari rumahnya, tinggal seorang tuan tanah yang kaya. Akan tetapi meskipun dia memiliki banyak harta, hidupnya tidak bahagia. Yah, dia selalu merasa ketakutan orang mencuri hartanya. Karena ketakutannya itu, saat malam hari dia sering tidak bisa tertidur lelap. Tiap pagi, saat mendengar nyanyian si tukang sepatu, sang tuan tanah menjadi iri dan sedikit jengkel. “Mengapa tukang sepatu bisa sebahagia itu, sedangkan aku mau tidur pun sulit. Alangkah baiknya kalau tidur bisa seperti makanan dan minuman, bisa dibeli dengan uang, maka aku akan membayar berapapun untuk dapat tidur dengan nyenyak.” Pada suatu hari, tuan tanah mengundang si tukang sepatu ke rumahnya. “Pak, berapa pendapatanmu dalam sebulan?” tanyanya. Tukang sepatu sambil tersenyum menjawab, ”Sebulan? Keseharian saja pendapatanku tidak menentu, kadang ada, kadang tidak. Setiap hari asal bisa makan sesuap nasi saja, aku sudah bersyukur.” Dengan penasaran si tuan tanah lanjut bertanya, ”Lho, bagaimana kamu bisa sebahagia itu?” “Asalkan setiap hari aku bisa makan, aku sudah puas. Aku tidak banyak berpikir, maka aku tidak perlu merasa susah,” jawab tukang sepatu. “Aku sangat iri kepadamu dan menghormatimu. Ini, aku hadiahi satu keping uang emas. Simpanlah baik-baik, mungkin kelak engkau memerlukannya,” kata tuan tanah seraya mengangsurkan uangnya kepada si tukang sepatu. Wah, seumur hidup belum pernah si tukang sepatu melihat uang emas. Bahkan, meskipun sudah bekerja sangat keras, takkan bisa ia menabung uang sebanyak itu. Maka, dia pun sangat berterima kasih, dan dengan gembira pulang ke rumahnya. Sampai di rumah, ia menyimpan uang itu di tempat yang teraman menurut dirinya. Dan sejak saat itu, keceriaannya mendadak lenyap. Dia tidak pernah menyanyi lagi, selalu merasa ketakutan bila orang akan mencuri uangnya. Dia juga selalu mencurigai orang yang mendekatinya dan berpikir, jangan-jangan orang itu mau mengambil hartanya. Maka, dia pun tidak lagi bisa tidur dengan nyenyak. Setelah beberapa lama, stresnya mulai menjadi-jadi. Keceriaannya yang dulu hilang sama sekali. Akhirnya, karena tidak tahan lagi, dia berlari ke rumah tetangganya, ”Pak, tolong kembalikan nyanyian dan kebahagiaanku. Ambillah kembali uangmu ini.”Setelah mengembalikan uang emas itu, si tukang sepatu pun bisa kembali terlepas dari semua beban. Maka, ia pun kembali bisa menyanyi dengan riang gembira dan tidur lelap di malam hari.
Matius 6:20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya…….s4mt
Alat Canggih dan Akibatnya
Alat Canggih dan Akibatnya
Suatu hari Minggu, Ny.Rhyiap mamanya Dassya pagi-pagi jam 6 sudah berteriak kesal. Anaknya Dassya telat bangun. "Ayo Dassya, sudah jam 6...cepetan kita masuk gereja jam 7!". Mendengar teriakan Sang Ibu, dengan wajah kuyu Dassya ke kamar mandi. Hanya dalam 15 menit dia siap berangkat. Tapi..... Mamanya terperangah lihat baju anak putrinya yang memang masuk usia pubertas. Minim. Mamanya yang terbilang berkeyakinan fundamentalis dan memegang ketat sopan santun berteriak spontan: "aih baya Dassya, kamu mau ke kolam renang atau ke gereja.. Ganti sana!!!". Dassya dg wajah kesal, masuk kamar dan segera ganti baju yg lebih sopan. Dalam 10 menit selesai, sambil menyambar BlackBerry (BB) -nya Dassya masuk ke mobil. Karena gereja hanya berjarak 10 menit dg mobil, mereka tiba sebelum jam kebaktian. Ny.Rhyiap melihat Dassya tidak membawa Alkitab. Tapi dia biarkan saja, karena pikirnya Alkitab Elektronik toh ada di BBnya Dassya. Mulai kotbah, Dassya awalnya baca Alkitab. Biasanya membaca dengan cara bergantian, Pendeta dulu baru jemaat, demikian seterusnya. Namun setelah itu mata Dassya melirik BBM nya, dan…. wah ada 7 tanda BBM. Dia mulai buka...eh...kemudian ada tanda SMS masuk, krn lampu merah menyala. Kali ini SMSnya 17. Dia penasaran, siapa nih pagi-pagi udah heboh sms-in dia. Rupanya teman-teman SMA-nya yang mau ajak Dassya ulang tahun Thyrgash salah satu cowok yang paling ganteng dan pintar di sekolah mereka. Baru selesai baca sms teman-temannya, ternyata inbox emailnya ada 13....uh...siapa nih... Dassya terus memperhatikan BB-nya. Sementara mamanya melirik sang putri dan bangga, mengira si anak membaca terus ayat bacaan Alkitab. (Sebab jika mamanya melirik, si Dassya langsung ubah ke Bible). Setelah usai baca bbm, sms dan email, kotbahpun selesai. Jadi sepanjang kotbah Dassya hanya memperhatikan BBnya, hatinya jauh dari ibadah dan sama sekali tidak perhatikan kotbah. Sang ibu juga terlalu lugu dan percaya .Semoga pengalaman Ny.Rhyiap tidak menimpa kita. Sarana teknologi komunikasi, apapun itu, sangat baik dan sangat membantu jika digunakan dengan baik dan tepat guna. Namun jika sarana itu membuat kita kehilangan tujuan-tujuan hidup kita, maka itu menjadi bahaya besar. Jangan pula kita menjadi teladan buruk bagi anak-anak dalam menggunakan sarana komunikasi yang makin beragam di rumah kita.
Mari kita ingat : Apa saja yang membuat kita menjadi jauh dari Tuhan itu sudah menjadi BERHALA bagi kita……
Suatu hari Minggu, Ny.Rhyiap mamanya Dassya pagi-pagi jam 6 sudah berteriak kesal. Anaknya Dassya telat bangun. "Ayo Dassya, sudah jam 6...cepetan kita masuk gereja jam 7!". Mendengar teriakan Sang Ibu, dengan wajah kuyu Dassya ke kamar mandi. Hanya dalam 15 menit dia siap berangkat. Tapi..... Mamanya terperangah lihat baju anak putrinya yang memang masuk usia pubertas. Minim. Mamanya yang terbilang berkeyakinan fundamentalis dan memegang ketat sopan santun berteriak spontan: "aih baya Dassya, kamu mau ke kolam renang atau ke gereja.. Ganti sana!!!". Dassya dg wajah kesal, masuk kamar dan segera ganti baju yg lebih sopan. Dalam 10 menit selesai, sambil menyambar BlackBerry (BB) -nya Dassya masuk ke mobil. Karena gereja hanya berjarak 10 menit dg mobil, mereka tiba sebelum jam kebaktian. Ny.Rhyiap melihat Dassya tidak membawa Alkitab. Tapi dia biarkan saja, karena pikirnya Alkitab Elektronik toh ada di BBnya Dassya. Mulai kotbah, Dassya awalnya baca Alkitab. Biasanya membaca dengan cara bergantian, Pendeta dulu baru jemaat, demikian seterusnya. Namun setelah itu mata Dassya melirik BBM nya, dan…. wah ada 7 tanda BBM. Dia mulai buka...eh...kemudian ada tanda SMS masuk, krn lampu merah menyala. Kali ini SMSnya 17. Dia penasaran, siapa nih pagi-pagi udah heboh sms-in dia. Rupanya teman-teman SMA-nya yang mau ajak Dassya ulang tahun Thyrgash salah satu cowok yang paling ganteng dan pintar di sekolah mereka. Baru selesai baca sms teman-temannya, ternyata inbox emailnya ada 13....uh...siapa nih... Dassya terus memperhatikan BB-nya. Sementara mamanya melirik sang putri dan bangga, mengira si anak membaca terus ayat bacaan Alkitab. (Sebab jika mamanya melirik, si Dassya langsung ubah ke Bible). Setelah usai baca bbm, sms dan email, kotbahpun selesai. Jadi sepanjang kotbah Dassya hanya memperhatikan BBnya, hatinya jauh dari ibadah dan sama sekali tidak perhatikan kotbah. Sang ibu juga terlalu lugu dan percaya .Semoga pengalaman Ny.Rhyiap tidak menimpa kita. Sarana teknologi komunikasi, apapun itu, sangat baik dan sangat membantu jika digunakan dengan baik dan tepat guna. Namun jika sarana itu membuat kita kehilangan tujuan-tujuan hidup kita, maka itu menjadi bahaya besar. Jangan pula kita menjadi teladan buruk bagi anak-anak dalam menggunakan sarana komunikasi yang makin beragam di rumah kita.
Mari kita ingat : Apa saja yang membuat kita menjadi jauh dari Tuhan itu sudah menjadi BERHALA bagi kita……
Label:
Alat Canggih dan Akibatnya
Nikmati Perbedaan
Nikmati Perbedaan
Perbedaan adalah anugrah dari Yang Maha Kuasa!
Lihatlah sekeliling kita, indahnya warna-warni bunga, warna-warni satwa,dan segala keragaman lain yang menghiasi dunia. Bayangkan kalau kita hanya mengenal warna hitam saja! Alangkah gelapnya dunia ini. Tanpa adanya perbedaan dan warna-warni,kita tidak akan merasakan hidup semeriah dan seindah sekarang ini, betul?, Begitu pun dengan kehidupan, setiap insan selalu berhadapan dengan segala macam perbedaan dan warna-warni kehidupan. Tapi sayang, tidak semua orang mampu melihat perbedaan sebagai kekayaan. Banyak orang merasa tersiksa karena perbedaan alias mereka tidak mampu menikmatinya. Berbagai bentuk kejahatan dimulai hanya karena perbedaan. Entah itu per bedaan warna kulit, agama, suku bangsa, prinsip, atau sekadar pendapat.Sebenarnya, perbedaan bukanlah sesuatu yang bisa dihindari. Setiap orang lahir dengan perbedaan dan keunikannya masing-masing. Mulai dari perbedaan fisik, pola pikir, kesenangan, dan lain-lain.Tidaklah mungkin segala sesuatu hal sama. Bahkan kesamaan pun sebenarnya tidak selalu menguntungkan. Coba bayangkan, seandainya semua orang memiliki kemampuan memimpin, lantas siapa yang mau dipimpin? Kalau semua orang menjadi orang tua, siapa yang mau jadi anak? Siapa juga yang akan menerima sedekah, jika semua orang ditakdirkan kaya? Perbedaan ada bukan untuk dijadikan alat perpecahan. Banyak hal positif yang bisa kita peroleh dengan perbedaan. Namun, tentu saja semua itu harus bersyarat. Nah, syarat apa saja yang harus dipenuhi? Berikut di antaranya.:
1. Cara pandang kita terhadap perbedaan, Berpikirlah positif dengan mensyukuri adanya perbedaan. Anggaplah perbedaan sebagai kekayaan. Cara pandang yang benar akan melahirkan sikap yang tepat.Ada baiknya kita mencari persamaan terlebih dahulu, sebelum mencari perbedaan.
2. Kelola perbedaan sebaik mungkin. Musyawarah untuk mencapai kesepakatan adalah jalan yang tepat untuk mengelola perbedaan. Berlatihlah utk menghargai, menerima,menjalankan dan bertanggungjawab terhadap keputusan bersama, meski berlawanan dengan ide awal kita.
3. Selalu posisikan segala sesuatu pada tempatnya. Saat bekerja sama dengan orang lain, salurkan potensi, karakter, minat yang berbeda-beda pada posisi 'yang tepat'. Cara ini akan mendorong tercapainya tujuan bersama dan mendukung pengembangan potensi masing-masing individu.
4. Jangan pernah meremehkan orang lain. Apapun dan bagaimana pun kondisi atau pendapat orang lain, perlakukan mereka selayaknya diri kita ingin diperlakukan. Anggaplah semua orang penting. Mereka memiliki peran tersendiri, yg bisa jadi tdk bisa digantikan oleh orang lain.
5. Jangan menonjolkan diri atau sombong. Merasa diri paling penting dan lebih baik daripada orang lain *tidak akan* menambah nilai lebih bagi kita. Toh kita tidak bisa hidup tanpa orang lain. Jadilah beton dalam bangunan. Meski tidak nampak, namun sesungguhnya ialah yang menjadi penyangga kokohnya sebuah bangunan.
6. Cari sumber informasi yang terjamin kebenarannya. Perbedaan bisa muncul karena informasi yang salah. Oleh sebab itu, pastikansumber informasi kita bisa terjamin dan dapat dipercaya kebenarannya. Lebih bagus lagi jika disertai bukti yangmendukung.
7. Koreksi diri sendiri sebelum menyalahkan orang lain. Menyalahkan orang lain terus menerus tidak akan banyak membantu kita. Bisa jadi kesalahan sebenarnya terletak pada diri kita. Karenanya, koreksi diri sendiri terlebih dahulu merupakan langkah yang paling bijaksana.
So, berhentilah menyesalkan perbedaan,atau menghilangkannya karena jika tidak, kita akan kehilangan sumber kebahagiaan!
Perbedaan adalah anugrah dari Yang Maha Kuasa!
Lihatlah sekeliling kita, indahnya warna-warni bunga, warna-warni satwa,dan segala keragaman lain yang menghiasi dunia. Bayangkan kalau kita hanya mengenal warna hitam saja! Alangkah gelapnya dunia ini. Tanpa adanya perbedaan dan warna-warni,kita tidak akan merasakan hidup semeriah dan seindah sekarang ini, betul?, Begitu pun dengan kehidupan, setiap insan selalu berhadapan dengan segala macam perbedaan dan warna-warni kehidupan. Tapi sayang, tidak semua orang mampu melihat perbedaan sebagai kekayaan. Banyak orang merasa tersiksa karena perbedaan alias mereka tidak mampu menikmatinya. Berbagai bentuk kejahatan dimulai hanya karena perbedaan. Entah itu per bedaan warna kulit, agama, suku bangsa, prinsip, atau sekadar pendapat.Sebenarnya, perbedaan bukanlah sesuatu yang bisa dihindari. Setiap orang lahir dengan perbedaan dan keunikannya masing-masing. Mulai dari perbedaan fisik, pola pikir, kesenangan, dan lain-lain.Tidaklah mungkin segala sesuatu hal sama. Bahkan kesamaan pun sebenarnya tidak selalu menguntungkan. Coba bayangkan, seandainya semua orang memiliki kemampuan memimpin, lantas siapa yang mau dipimpin? Kalau semua orang menjadi orang tua, siapa yang mau jadi anak? Siapa juga yang akan menerima sedekah, jika semua orang ditakdirkan kaya? Perbedaan ada bukan untuk dijadikan alat perpecahan. Banyak hal positif yang bisa kita peroleh dengan perbedaan. Namun, tentu saja semua itu harus bersyarat. Nah, syarat apa saja yang harus dipenuhi? Berikut di antaranya.:
1. Cara pandang kita terhadap perbedaan, Berpikirlah positif dengan mensyukuri adanya perbedaan. Anggaplah perbedaan sebagai kekayaan. Cara pandang yang benar akan melahirkan sikap yang tepat.Ada baiknya kita mencari persamaan terlebih dahulu, sebelum mencari perbedaan.
2. Kelola perbedaan sebaik mungkin. Musyawarah untuk mencapai kesepakatan adalah jalan yang tepat untuk mengelola perbedaan. Berlatihlah utk menghargai, menerima,menjalankan dan bertanggungjawab terhadap keputusan bersama, meski berlawanan dengan ide awal kita.
3. Selalu posisikan segala sesuatu pada tempatnya. Saat bekerja sama dengan orang lain, salurkan potensi, karakter, minat yang berbeda-beda pada posisi 'yang tepat'. Cara ini akan mendorong tercapainya tujuan bersama dan mendukung pengembangan potensi masing-masing individu.
4. Jangan pernah meremehkan orang lain. Apapun dan bagaimana pun kondisi atau pendapat orang lain, perlakukan mereka selayaknya diri kita ingin diperlakukan. Anggaplah semua orang penting. Mereka memiliki peran tersendiri, yg bisa jadi tdk bisa digantikan oleh orang lain.
5. Jangan menonjolkan diri atau sombong. Merasa diri paling penting dan lebih baik daripada orang lain *tidak akan* menambah nilai lebih bagi kita. Toh kita tidak bisa hidup tanpa orang lain. Jadilah beton dalam bangunan. Meski tidak nampak, namun sesungguhnya ialah yang menjadi penyangga kokohnya sebuah bangunan.
6. Cari sumber informasi yang terjamin kebenarannya. Perbedaan bisa muncul karena informasi yang salah. Oleh sebab itu, pastikansumber informasi kita bisa terjamin dan dapat dipercaya kebenarannya. Lebih bagus lagi jika disertai bukti yangmendukung.
7. Koreksi diri sendiri sebelum menyalahkan orang lain. Menyalahkan orang lain terus menerus tidak akan banyak membantu kita. Bisa jadi kesalahan sebenarnya terletak pada diri kita. Karenanya, koreksi diri sendiri terlebih dahulu merupakan langkah yang paling bijaksana.
So, berhentilah menyesalkan perbedaan,atau menghilangkannya karena jika tidak, kita akan kehilangan sumber kebahagiaan!
Langganan:
Postingan (Atom)