Senin, 21 Juni 2010

Tujuh Kiat Bekerja Menurut Amsal Salomo

Tujuh Kiat Bekerja Menurut Amsal Salomo



1. Andalkan Tuhan
Amsal 3:5-6 berkata, "Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu." Sertakan Tuhan di dalam segenap pekerjaanmu karena banyak yang harus kita kerjakan tetapi tidak diajarkan di bangku sekolah dan banyak yang terjadi yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Tetapi cara mengandalkan Tuhan dengan benar, yaitu: Setiap yang kita kerjakan harus kita doakan dan yang kita doakan kita upayakan untuk mengerjakan, sehingga kita dapat mengandalkan Tuhan dalam kehidupan kita.
2. Carilah Pengetahuan
Amsal 19:2 berkata, "Tanpa pengetahuan, kerajinanpun tidak baik ; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah". Ilmu pengetahuan, cara bekerja yang benar & efisien perlu kita cari. Jangan sungkan belajar dan meminta petunjuk jika tidak mengerti.
Amsal 19:20 berkata, "Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan." Ada pendapat yang sempit, bahwa kita tidak boleh menggabungkan pengetahuan dengan iman, tetapi itu sama sekali kurang tepat. Tanpa pengetahuan yang benar, kita tdk dapat memiliki iman yang hidup. Kita akan hidup dengan perasaan yang benar, soleh dan paling suci. Hal ini sangat berbahaya dalam kehidupan sebab” Orang yang dapat bertobat adalah orang dapat mengakui kelemahan nya, sebaliknya orang yang merasa dirinya benar sangat sulit untuk bertobat.
3. Rajin dan Cekatan
Hanya orang rajin dan cekatan yang akan diingat oleh pimpinannya, terutama waktu menetapkan promosi jabatan & kenaikan gaji.
Amsal 10:4 berkata, "Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya".
Amsal 14:23 berkata, "Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja."
4. Berlakulah Jujur dan Benar
Amsal 16:8 berkata, "Lebih baik penghasilan sedikit disertai kebenaran, daripada penghasilan banyak tanpa keadilan".
Amsal 10:9 berkata, "Siapa bersih kelakuannya, aman jalannya, tetapi siapa berliku-liku jalannya, akan diketahui ".
Amsal 10:16, "Upah pekerjaan orang benar membawa kepada kehidupan, penghasilan orang fasik membawa kepada dosa."
5. Jaga Mulut
Mengerjakan tugas-tugas adalah suatu pekerjaan yang berat, jangan Ditambahi lagi dengan masalah lain karena mulut kita yang bocor.
Amsal 21:23 berkata, "Siapa yang memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri daripada kesukaran".
Amsal 10:19 berkata, "Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi."
Dari gambaran penciptaan kita olehNya, 2 mata,telinga,kaki dan tangan tetapi 1 mulut yang saya terjemahkan menjadi sekali bicara, kita harus melihat,mendengar dan berbuat serta bekerja minimal sebanyak 2 kali.
6. Sabar dan Tenang
Amsal 16:32 berkata, "Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang merebut kota".
Amsal 14:30 menambahkan, "Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang."
7. Jangan Ingin Cepat Kaya
Menjadi kaya adalah impian kebanyakan orang dan sah-sah saja. Yang harus diperhatikan adalah :
(1) Menjadi kaya, bukanlah tujuan utama di dalam hidup ini;
(2) Ingin cepat kaya seringkali menjebak orang-orang ke dalam perbuatan yang berdosa;
(3) Menikmati hidup lebih penting dari menjadi kaya tetapi mempunyai banyak masalah.
Amsal 10:22, "Berkat Tuhan-lah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya"
Amsal 13:11, "Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya." Alkitab idak melarang kita kaya, boleh kaya asal dengan cara yang benar. Kaya akibat kecurangan adalah kemiskinan yang tak pernah bisa terselesaikan .

Minggu, 20 Juni 2010

KECANTIKAN WANITA MENURUT ALKITAB

KECANTIKAN WANITA MENURUT ALKITAB
Jika kita baca pada alkitab, kita banyak menemui kisah-kisah tentang wanita yang cantik, namun menurut beberapa teks dalam Alkitab bahwa : Ada hal yang positip antara lain
"Istri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata." (Amsal 31:10), Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.(Amsal 31:30),Dengan demikian engkau menghias dirimu dengan emas dan perak, pakaianmu lenan halus dan sutera dan kain berwarna-warna; makananmu ialah tepung yang terbaik, madu dan minyak dan engkau menjadi sangat cantik, sehingga layak menjadi ratu. (Yehezkiel 16:13).
Namun tak terlepas hal yang kurang baik dari wanita cantik antara lain:
Seperti anting-anting emas di jungur babi, demikianlah perempuan cantik yang tidak susila. (Amsal11:22),"Tetapi engkau mengandalkan kecantikanmu dan engkau seumpama bersundal dalam menganggarkan ketermasyhuranmu dan engkau menghamburkan persundalanmu kepada setiap orang yang lewat. (Yehezkiel 16:15), Engkau sombong karena kecantikanmu, hikmatmu kaumusnahkan demi semarakmu. Ke bumi kau Kulempar, kepada raja-raja engkau Kuserahkan menjadi tontonan bagi matanya. (Yehezkiel 28:17)

Bagaimana kita memandang seorang wanita? Dari kepintarannya? Dari kecantikannya yang sesungguhnya? Dari totalitasnya? Menurut sejarah, jelaslah bahwa kriteria sering kali sangatlah spesifik dan terbatas. Dan masyarakat sekarang menggaris bawahi pandangan sempit ini dengan berbagai cara. Singkatnya, masyarakat sekarang lebih memandang
penampilan fisik saja tanpa melihat lebih jauh isi hatinya. Hal ini terlihat dari berita, maupun kondisi nyata di tengah-tengah masyarakat, yang kecendrungan lebih mengutamakan kecantikan fisik disbanding dengan kecantikan hati dan perilaku. Misalnya dari segi iklan dan promosi maupun informasi tertentu. Film, majalah, televisi semuanya terus menyaksikan godaan dari luar ini.

Namun, pandangan Alkitab terhadap wanita jauh lebih luas. Dengan jelas, Alkitab tidak menentang kecantikan -- tidak juga pada menyalahkan kecantikan sensual. Dengan cara yang unik dan yang tidak dapat dibandingkan, Ia menciptakan perempuan "karena laki-laki" (1 Korintus 11:9). Dan pria pada umumnya menyaksikan ini dalam kenyataan. Pria memberi tanggapan pada apa yang dia lihat. Pada kenyataannya, Allah sendiri melihat bahwa apa yang telah Ia ciptakan itu "sungguh amat baik" (Kejadian 1:31). Meskipun bagian dari apa yang Tuhan lihat itu adalah kecantikan fisik (Kejadian 2:25), namun kualitas yang terpenting adalah apa yang ada di dalamnya. Ini jelas dari seluruh Alkitab. Sayangnya, pandangan Tuhan ini ditujukan pada wanita yang sudah menikah. Dosa, masuk ke dunia, menyebabkan laki-laki berfokus pada kecantikan dari luar dan menyalahgunakannya, merusaknya, dan
menggunakannya untuk berbagai kepentingan diri sendiri. Hal ini terjadi karena ketidaktegasan laki-laki pertama itu menyikapi informasi dari istrinya tanpa bertanya kepada keinginan Allah yang sebenarnya dia sudah tau. Pada saat Allah menempatkan mereka di taman itu, perintahNya sudah jelas, jangan memakan, bahkan menyentuhnya pun tidak boleh. Namun ketika wanita pertama itu berhubungan denga yang lain, tanpa sepengetahuan suaminya, terjadilah perselingkuhan informasi yang menghasilkan dosa. Seandainya wanita pertama itu menyampaikan informasi itu kepada suaminya dan mendiskusikannya dan mengundang Allah hadir sebelum mengambil keputusan, maka dosa pertama itu pasti tidak terjadi.

Walaupun demikian, pandangan Tuhan terus berlaku! Laki-laki dan perempuan yang mencari kehendak Tuhan akan dapat menemukan arti dari pandangan Tuhan ini. Pandangan ini tidak menghapus kecantikan fisik ataupun menghilangkan kualitas dari dalam. Pandangan Tuhan tentu saja menyertakan keduanya, tetapi memberi penekanan pada kapan harus digunakan, apa yang nyata, abadi, dan memberi kepuasan yang terdalam, dan semuanya ada dalam hukum moral-Nya. Saya percaya kita akan menanggapi pesan ini dengan serius,dan bila kita mau, ini akan bisa mengubah hidup kita.

Rasul Paulus, saat menyatakan persyaratan bagi para penilik jemaat dalam 1 Timotius 3 dan Titus 1, menggambarkan sosok yang dinamis bagi kematangan orang Kristen, tidak hanya bagi laki-laki tetapi juga untuk para wanita. Faktanya, sebagian besar kualitas yang
Paulus catat bagi laki-laki di pasal-pasal tersebut diulangi lagi di kitab lain di Perjanjian Baru untuk semua anggota Tubuh Kristus.
Namun Paulus, dan juga Rasul Petrus, merinci lagi beberapa kualitas yang secara unik diperuntukkan bagi para wanita. Sifat baik ini pada gilirannya menjadi kriteria untuk mengukur kedewasaan orang Kristen dan kecantikan yang sesungguhnya dan yang abadi.
Perhatikan, bahwa meskipun kualitas-kualitas ini secara khusus untuk perempuan, namun sering diulang di bagian lain di Perjanjian Baru untuk seluruh anggota Tubuh Kristus, sama seperti kualitas dalam 1 Timotius 3 dan Titus 1 yang juga untuk pria. Setidaknya ada tiga bagian dalam Perjanjian Baru yang menyatakannya secara tegas. Meskipun ada kualitas yang diulang, setiap bagian tersebut juga menekankan beberapa sifat unik untuk mengukur tingkat kedewasaan wanita Kristen. Dapat kita baca pada Kitab :
• 1 Timotius 3:11, "Demikian pula isteri-isteri hendaklah orang terhormat, jangan pemfitnah, hendaklah dapat menahan diri dan dapat dipercayai dalam segala hal."
• Titus 2:3-5, "Demikian juga perempuan-perempuan yang tua, hendaklah mereka hidup sebagai orang-orang beribadah, jangan memfitnah, jangan menjadi hamba anggur, tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang baik dan dengan demikian mendidik perempuan-perempuan muda mengasihi suami dan anak-anaknya, hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah
tangganya, baik hati dan taat kepada suaminya, agar Firman Allah jangan dihujat orang."
• 1 Petrus 3:1-4, "Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya, jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu. Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah, tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah."



Ketiga bagian Alkitab ini membentuk dasar bagi pembelajaran ini. Setiap bagian menyerukan beberapa aspek penting yang mencerminkan kualitas kecantikan dari dalam. Lebih jauh ayat-ayat tersebut menggambarkan apa yang ingin dilihat oleh semua manusia (laki-laki khususnya) dalam diri wanita. Faktanya, tanpa ayat-ayat tersebut, kecantikan fisik hanyalah sementara dan semu. Dengan ayat-ayat tersebut, apa yang dianggap kekurangan fisik ditutupi dengan apa yang sangat berarti dan yang patut disayangi***. (S4MT…..Minggu, 20 Juni 2010 …………01.35 WIB)

Cinta Tak Pernah Menyerah

Cinta Tak Pernah Menyerah
Saya sedang iseng. Iseng menonton video klip sebuah lagu soundtrack film ABG, My MVP Valentine. Well, dari judulnya saya sudah tahu betapa ABG-nya lagu dan film itu. Masa-masa yang sudah lewat..saya pikir. Masa ABG, masa sejak kita mulai menegnal persaan cinta, bahkan penuh dengan cinta monyet yang konyol. Tapi entah mengapa, saya menontonnya, dan setelah saya menyimaknya, saya terlarut dengan masa saya sewaktu saya di usia yang sama, kondisi yang sama dan memutarnya lagi dan lagi. Mungkin usia saya yang wakru itu yang relatip lebih tua, sebab saya bisa menyadarinya ketika saya duduk di bangku SMA.[Ups..don' t tell me it's because I am feeling blue..]

Tiba-tiba saya melihat seperti sepercik keindahan yang dimiliki masa lalu,rasa yang tulus, tanpa ternoda oleh banyak tuntutan kehidupan kemewahan yang menyesatkan, tetapi hilang setelah kita menjadi dewasa. Anak ABG penuh dengan gejolak dan gelora yang cendrung tidak menghitung untung ruginya. Rasa solidaritas berteman yang tinggi, sepenanggungan dan rasa senasib yang cukup tinggi. Banyak salahnya, kata kita setelah kita menjadi dewasa. Mungkin betul,dan setelah saya analisa tergantung tujuannya ke arah mana, namun pengalaman saya mengatakan untuk ketulusan dalam bersahabat, ABG itu jauh lebih tulus dibandingkan dengan orang dewasa. Tapi juga mungkin tidak semuanya salah dan jelek. Saya melihat sekelebatan dari film itu, cewek yang setia menunggu cowoknya walaupun ditinggalkan. Cowok yang mencintai seorang cewek dengan tulus walaupun tahu tak bisa bersama. [Ok..ok..I know it's only a movie..I know..]

But, please tell me..tell me your past. Siapa yang rela nungguin pujaan hati di bus stop di tengah hujan deras, walau bisnya sudah lewat? Siapa yang rela berjalan ditengah terik matahari dengan kekasihnya tanpa ada keluhan?Siapa yang rela nabung uang jajan berbulan-bulan demi membelikan kado buat pacarnya? Siapa yang rela jemput naik turun bis-mikrolet untuk seseorang? Siapa yang rela bikinin semua PR dan nyatetin ringkasan pelajaran demi pacarnya? Siapa yang rela menunggu bertahun-tahun walau yang dicintai jauh di negeri seberang? Dan banyak pertanyaan siapa lainnya yang dapat kita tanyakan. Jawabnya adalah: Anak ABG.

Then tell me now. Dan Siapa yang berantem gara-gara suami kesal menunggu istri yang shopping kelamaan? Siapa yang bertengkar gara-gara perbedaan definisi "Saving"? Yang satu berpendapat yang namanya saving, yaitu uang yang disimpan di bawah kasur, yang satu berpendapat saving itu seperti yang diumumkan shopping mall, shopping dan save 50% karena ada sale. Siapa yang bertengkar soal pembagian tugas rumah tangga, soal siapa yang ngambil raport anak, dll? Jawabnya: Orang dewasa.

Hal inilah yang mendorong saya membuat tulisan ini dan mengenang kelahiran saya pada 38 tahun yang lalu, saya dilahirkan dari keluarga yang sederhana, dari keluarga petani miskin yang jauh dari pengaruh majunya kehidupan kota. Setelah saya membaca tulisan orang lain dalam suatu renungan, yang sebagian isinya saya kutipdalam tulisan ini, saya terinspirasi akan keadaan saya ketika saya dalam kondisi seperti tersebut di atas. Saya mengenang kehidupan masa kanak-kanak saya yang penuh dengan serba jangan.... tidak boleh....dan istilah pantang dan tabu karena tradisi yang kuat. Maklumlah, sekarang saya sadari bahwa itulah pemahaman orang tua saya yang hanya mengecap pendidikan hanya hingga kelas 3 Sekolah Dasar... pada masa itu. Sehingga mereka memantulkan perilaku dan peraturan yang pernah mereka alami tanpa dilakukan sensor atau analisis. Tapi saya bangga dengan kedua orang tua saya yang dapat membentuk dan mendidik saya hingga seperti sekarang ini, dan semoga anak-anak saya juga bisa saya didik hingga dewasa.

Saya juga jadi teringat akan kisah cinta kasih yang lain. Saya teringat masa ABG juga dengan cinta yang membara untuk Tuhan. Ribuan orang berkumpul dalam sebuah acara sayembara sekolah minggu dan remaja sa GKPS di Pamatang Siantar. Ribuan ABG mendedikasikan hidup bagi Kristus, bersiap pergi dalam pekerjaan Tuhan, sekalipun harus diutus ke Afrika sekalipun, rela menyerahkan segala-galanya bagi Dia.

Siapa yang dengan sukacita lembur malam-malam untuk mendekor gereja buat perayaan Natal? Siapa yang tetap rajin ke gereja, walau jelas-jelas pendetanya atau majelis gerejanya sering mengabaikan, atau tidak pernah menyapanya atau bahkan tidak mengenalnya? Siapa yang tetap bertahan dalam pelayanan walaupun setiap kali ke gereja dimarahi habis-habisan oleh orang tua? Siapa yang tiap malam-pagi menghafal ayat Alkitab dengan semangat walau pun yang menugasinya tidak hafal? Siapa yang menyisihkan 50% uang jajannya untuk penginjilan? Jawabnya: Anak ABG.

Siapa yang bertengkar dalam rapat majelis gara-gara soal sebuah generator diesel? Siapa yang tidak mau lagi ke gereja, karena pendetanya lupa tersenyum dalam satu kebaktian? Siapa yang malas ke gereja karena hujan gerimis? Siapa yang hitung-hitungan dengan Tuhan tentang uang, waktu, dll? Siapa yang menyisihkan 10% gajinya untuk penginjilan? Jawabnya: Orang dewasa.

[Oh come on Sarmulia ! Lain, dong..anak ABG belum mengenal realitas hidup. Orang dewasa dituntut untuk berpikir logis, rasional, dan bertanggung jawab kepda keluarga, Mencari uang, misalnya adalah tanggung jawab orang dewasa, bukan anak ABG]

Well, may be it's true. I don’t act have an exact answer. Saya cuma punya secercah harap. Dalam melakukan suatu pekerjaan adalah merupakan aplikasi dari sebuah pola pikir. Sangat jarang sebuah pekerjaan tanpa adanya sebuah pola pikir. Semua yang kita miliki, harta materi, pikiran, persaan dan bahkan waktu semuanya adalah sesungguhnya milikNya yang dititipkan buat kita. Dalam pemahaman saya, semua yang dapat kita lakukan yang menurut banyak orang membantu orang lain, baik materi, pengetahuan dan perasaan adalah cara Tuhan untuk menyampaikan kasih dan berkatNya kepada orang lain atau dunia sekitar melalui kita. Seharusnya kita bahagia dan bangga masih dipercayakan oleh pemilikNya untuk dapat berbuat sesuai dengan kehendakNya, jangan kita angkat menjadi sebuah kesombongan.
Huh..!?

Sound like cinta ABG? Well, but it's true. Mungkin memang seharusnya pijar-pijar cinta ABG tidak pernah mati, walaupun kita menjadi dewasa. Kita menjadi dewasa dalam pemikiran, menjadi bijaksana dalam pertimbangan, tapi mengapa mesti kehilangan passion-nya anak ABG? Bayangkan jikalau pijar-pijar itu tetap membara. Jika passion itu mewarnai hidup kita, dalam pernikahan, dalam hubungan kita dengan Bapa dan dengan sesama. Ya, seharusnya cinta tak pernah menyerah. Usia, tuntutan kerja, dunia orang dewasa tidak perlu memadamkan perasaan cinta. Cinta tak pernah menyerah. Biarkan cinta kita tetap membara bagi Kristus, walau di tengah tuntutan tanggung jawab sebagai orang dewasa. Biarkan cinta kita tetap membara bagi kekasih kita, walau tangan dan wajahnya sudah keriput dan tidak lagi seperti saat kita pertama "deg-deg-an". Biarkan pijar-pijar itu tetap hidup dalam hati dan perasaan kita.

Bukankah perasaan cinta kasih itu adalah anugerah….. yang dititipkan atau diberikan oleh pemilikNya kepada mereka yang pantas untuk merasakannya???? Mari kita jawab dalam hati kita dengan jujur dan dalam doa kita, sebab tidak ada seorang pun yang bias memastikan hal itu kecuali kita dengan Dia yang memiliki kita………………. (S4MT, Minggu 19 Juni 2010……03.50 WIB)

Pemahaman Cinta, Doa dan Pengharapan

Pemahaman Cinta, Doa & Pengharapan
Apakah cinta itu? Tak ada kata yang paling pas untuk menerangkan perasaan yang membuat hati berbunga-bunga. Jika kita pernah seperti ini, kita pasti merasakan kelembutan, rasa rindu, senang dan tertarik. Lalu muncul cinta, hormat, percaya, dan pengertian. Pada saat itulah dua hati bertaut dan bersama-sama menyongsong dunia yang penuh lika-liku, penuh dengan misteri yang kadang kadang kita tidak mengerti ujung pangkalnya. Yang paling penting, cinta adalah hadiah untuk sang hati, anugerah yang kekal abadi dari Allah Bapa. Karena cinta bukan hanya dianugerahkan kepada kita, melainkan kepada setiap manusia. Dan secara nyata yang tampak hingga kini adalah cinta-Nya Tuhan kepada kita yang hingga hari ini kita masih bisa bernafas, makan, minum, tidur, ngobrol, dll.
Jangan berusaha untuk mengunci Cinta memasuki hidup kita dengan berkata "Tidak mungkin saya temukan", Tidak mungkin saya terima, tidak mungkin ia dapat memberinya, atau perkataan pesimis lainnya tanpa kita pernah mencobanya. Cara tercepat untuk mendapatkan cinta adalah dengan memberinya. Cara tercepat untuk kehilangan cinta adalah dengan menggenggamnya sekencang mungkin, dan cara terbaik untuk menjaga agar cinta tetap tumbuh adalah dengan memberinya "sayap". Karna cinta itu seperti kupu-kupu, semakin kita berusaha menangkapnya, semakin jauh ia menghindari kita. Tetapi semakin kita tenang dan menerima ia apa adanya, semakin ia datang menghinggapi kita.
Jangan biarkan hidup kita terpuruk dengan hidup di masa lampau, oleh sesuatu hal yang membuat kita menjadi lemah. Dan jangan takut mengakui bahwa diri kita tidaklah sempurna. Jangan pernah menutupi dan segala kelemahan kita dengan segala kemunafikan dan pura-pura. Jadilah kita menjadi pribadi yang sempurna sebagai mana adanya, dengan berusaha untuk hidup apa adanya, dengan berusaha berupaya ke arah yang lebih baik. Ketidaksempurnaan inilah yang merupakan sulaman benang kasih untuk mengikat dua hati yang berbeda. Karena tidak ada dua manusia di dunia ini yang sama,baik fisik maupun karakter hidupnya, oleh sebab itu mereka harus saling hidup melengkapi.
Jika kita merasa bahwa kita tidak punya harapan lagi untuk meraih hatinya (si doi), janganlah khawatir, Tuhan selalu bekerja untuk kita. Dia tidak akan membiarkan kita hidup sendiri tanpa cinta. Rencana-Nya itu Indah pada waktunya. Mungkin saja kita masih harus ditempah untuk menghadapi kepahitan dari yang namanya cinta itu, sehingga suatu saat nanti kita siap menerima manisnya cinta itu.
Seperti kata Bunda Theresa : "Cintailah seseorang itu sampai kamu sakit". Oke bisa diterima! Karena Cinta itu bukan hanya duduk bersantai di tepi pantai, tapi cinta itu juga harus siap menerima segala kemungkinan yang menyayat hati, cinta juga harus mau menerima derita dan cerca dari yang tidak menyetujuinya. Lalu setelah "sakit", apa yang harus kita dilakukan? Ya BERDOA!! Karena cinta sejati itu terletak bukan pada apa yang telah dilakukan dan diketahui tetapi terletak pada apa yang telah dilakukan namun tidak diketahui ; dan salah satu contohnya adalah DOA. Di dalam doa, kita bisa menghadirkan siapapun yang kita cintai, kenapa ? Karena di dalam doalah kejujuran kita itu ada. Cinta itu bukanlah hanya untuk memiliki daging semata-mata yang berkaitan dengan kehidupan daging belaka, nafsu birahi , namun sungguh dengan segala niat yang tulus. Dan oleh sebab itu kita harus mendoakan orang-orang yang kita cintai dan kita memohon yang terbaik terjadi baginya. Tidak hanya itu, kita harus berbuat yang terbaik yang tidak menuntut balasan dari orang yang kita cintai, sehingga konsepnya adalah pelayanan. Yang sering menjadi persoalan, nafsu duniawi dianggap perasaan cinta, sehingga ketika kita tidak dapatkan sesuai keinginan kita, kita kecewa dan marah. Sehingga tidak jarang dua hati yang pernah menurut mereka saling cinta berakhir dengan dendam dan permusuhan, saling tidak menegur dan saling sakit hati.
Janganlah menyerah ketika masih ada sesuatu yang dapat kita berikan. Melalui doa, kita dapat memberikan apa saja kepada siapapun baik orang yang kita cintai, kasihi ataupun bahkan pada orang yang melukai hati kita. Asalkan kita mempunyai PENGHARAPAN yang tulus kita dapat melakukan yang terbaik, karena upah yang akan kita terima bukan dari manusia, tetapi dari Dia yang memiliki cinta kasih yang kekal. Karena pengharapanlah yang dapat memberikan kita cahaya terang di dalam kegelapan. Pengharapan juga yang memberikan kita kekuatan dan menyakinkan bahwa kita masih dapat dan mampu melakukannya dengan sebaik-baiknya.
"Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu."
(S4MT, Ketika aku merenung, Senin, 03.15 WIB 20 Juni 2010)

Hadiah Cinta

Hadiah Cinta
"Bisa saya melihat bayi saya?" pinta seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan. Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga. Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk. Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu yang menangis Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Karena itu, orang tuanya sepakan memberi nama Pinggol. Ia tumbuh dan sehat hingga suatu saat ketika bermain, anak lelaki itu terisak-isak berkata, Seorang anak laki-laki besar mengejekku,katanya,aku ini makhluk aneh.

Pinggol tumbuh dewasadan ia cukup tampan dengan cacatnya. Ia pun disukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua kelas. Ibunya mengingatkan, "Bukankah nantinya kau akan bergaul dengan remaja-remaja lain?" Namun dalam hati ibu merasa kasihan dengannya.
Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuknya. "Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya," kata dokter. Kemudian, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya pada mereka. Sebenarnya sang ayah dan ibunya juga sudah rela mendonorkan telinganya kepada anaknya, namun karena perbedaan usia yang cukup jauh, hal itu disangsikan akan berefek kurang baik ke pada keduanya. Oleh sebab itu pendonoran itu juga tidak berjalan dengan baik. Disamping dana yang harus disiapkan cukup besar. Hal ini yang membuat keluarga Pinggol tidak lanjutkan pengobatan itu pada masa itu.
Selayaknya seorang pemuda yang sudah dewasa, Pinggol mulai jatuh cinta kepada seorang wanita, teman sekolahnya yang bernama Early. Pinggol denga Early saling menyayangi dan mengasihi. Hingga pada suatu saat, mereka sepakat untuk bertunangan, dan hal ini ditentang keluarga Early, karena penampilan tersebut. Disamping itu, kondisi kedua keluarga yang sangat jauh berbeda. Tetapi, Pinggol seorang pemuda yang baik, pintar dan pandai membawakan diri sehingga ia disukai oleh banyak orang dan termasuk guru, Pinggol menjadi pembicaraan yang baik. Hal ini yang menyebabkan Early semakin tetap untuk mencintai Pinggol dalam kondisinya sekarang. Dan pada suatu hari, Early bercerita dengan ibu Pinggol. Early mempertanyakan kronologis telinga pinggol sang kekasihnya itu, lalu ibun Pinggol bilang semua kejadian yang sebenarnya. Dengan terisak,,, Early memohon agar ia diberi kesempatan untuk mendonorkan telinganya kepada Pinggol. Early yang memiliki rambut panjang sebahu dan lebat itu mengatakan, walaupun tdk memiliki dauntelinga tidak terlalu berpengaruh untuk penampilannya karena tertutup oleh rambut. Lalu kesepakatan juga terjadi, tanpa Pinggol tau yang sebenarnya, takut kalau Pinggol tau, bisa-bisa ia menlaknya. Karena ia paling tidak suka meminta atau membebankan orang lain akibat kondisinya itu.
Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya, "Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia." kata sang ayah. Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru pun lahirlah. Bakat musik dan pengetahuannya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan.Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya. Beberapa waktu kemudian ia pun melanjutkan sekolahnya akibat dapat beasiswa.Dia berpisah tempat dengan Early akibat Pinggol harus melanjutkan study ke kota lain. Setelah tiba didaerah baru itu, ia mengirim surat pada orang tuanya dan juga mengirim surat kepada Early dan mengirim photonya yang terbaru. Lain halnya yang dialami oleh Early, ia ditekan oleh keluarganya, ia dijodohkan dengan anak rekan bisnis ayahnya. Oleh sebab itu setiap surat yang dikirim oleh Pinggol ke pada Early selalu tidak sampai. Pinggol juga sedih dengan kondisi itu. Tahun-tahun berikutnya keluarga Early pindah ke kota lain yang sangat jauh dari kota tempat tinggal Pinggol. Di tempat yang baru, Early tidak diperbolehkan pergi sendiri, dan dia harus ditemani oleh ibunya jika ingin keluar rumah. Dalam kesehariannya Early berharap akan bisa ketemu dengan Pinggol, demikian halnya juga dengan Pinggol berharap surat Early datang, namun tidak pernah ada. Setelah 4 tahun dikota itu, Early mengambil jalan pintas, ia menikah dengan supir pribadi ayahnya. Ia mengambil kesimpulan itu sebagai bentuk perlawanan kepada keluarganya, dan ia menikah bukan karena perasaan cinta, tapi sebagai wujud dari kekesalan. Keluarga Early marah dan menyuruh supir itu untuk menceraikan anaknya, dia diberi uang berapa saja yang dia minta, asalkan ia mau meninggalkan Early. Lalu hal itu ketahuan pada Early, dan ia marah dan ambil kesimpulan pergi pindah ke kota lain, kota kelahiran dari sang suami, yang sekali gus supir pribadi ayahnya.
Setelah selesai study, Pinggol bekerja di instansi Pemerintah sebagai pegawai negeri sipil (dosen) di salah satu Universitas terkenal, dan ia kembali ke kota mereka bersama Early dulu. Lalu setelah tiba di sana, ia pamitan kepada ibunya untuk ketemu Early, namun belum selesai ibunya menjawab, Pinggol sudah langsung pergi. Betapa terkejutnya ia ketika mendengar, bahwa Early sudah lama pindah ke kota lain. Dan menurut penghuni rumah it yang merupakan keluarga Early juga bahwa ia sudah menikah. Pinggol kesal, sedih dan bingung, ia pergi pulang dengan hat yan hancur. Setibanya di rumah, ia diam dan masuk kamar. Seminggu kemudian Pinggol kembali ke tempat ia bekerja, ia mengajar di kampusnya. Namun bayangan Early selalu membayanginya,maklum photo Early yang sangat ia sukai selalu ia bawa kemanapun ia pergi. Senyum Early di photo itu selalu menawan hatinya. Namun ia sadar, tidak mungkin ia sendiri terus. Pada suatu acara pentas seni di kampus, Pinggol mengiringi penyanyi dari Fakultas Ekonomi yang sepintas mirip denga Early. Pinggol terkejut, ia salah tingkah, ia melihat Ima dengan cara seperti itu. Ima merasa sang dosen itu menaruh hati padanya. Singkat cerita, Pinggol dan Ima menjalin komunikasi dan gayung bersambut. Namun celakanya, Pinggol selalu melihat Ima sebagai Early, sehingga kebahagiaan mereka seperti terganjal. Hal itu tidak diketahui oleh Ima, namun secara firasat, ia mungkin bisa merasakan itu. Setelah 1,5 tahun, mereka berpacaran, Pinggol menikah dengan Ima.
Pada suatu hari Pinggol menemui ayahnya, "Yah, aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua padaku. Ia telah berbuat sesuatu yang besar namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya." Ayahnya menjawab, "Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu." Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, "Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini."
Tahun berganti tahun. Kedua orangtua Pinggol tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu. Di hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tempat tidur rumah sakit, karena ibunya yang baru saja meninggal memberi tahu bahwa orang yang mendonorkan telinga itu adalah kekasihnya waktu itu yaitu Early. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu, lalu berkata pada Pinggol. "Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa kalian bisa hidup bersama Early," bisik sang ayah. "Dan tak seorang pun menyadari bahwa Early telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan?" Dan kini tak seorang pun tahu di mana Early berada. Setelah 13 tahun berlalu, ternyata kedua insan itu bertemu melalui jejaring sosial face book. Early meminta persahabatan kepada Pinggol, lalu di setujui. Mereka komunikasi dan mengenang masa lalu mereka yang begitu indah dan tulus. Early telah berikan rasa percaya diri pada Pingol, dengan mendonorkan teliganya hingga Pinggol bisa seperti sekarang ini.
Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun di dalam hati. Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun pada apa yang tidak dapat terlihat. Cinta yang sejati tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang telah dikerjakan namun tidak diketahui.
Apakah Pinggol dan Early akan saling ketemu????? Entahlah….. dalam cerita ini cukup sekian. Jika ada kejadian yang sama, itu hanya kebetulan dan tidak ada unsur kesengajaan. Jika ada kekurangan…. Saya mohon maaf dan tinggalkan pesan atau kritik demi kebaikan karya saya selanjutnya……
(S4MT Senin 21 Juni 2010 ….. P4TK Medan 10.30 WIB)

Sabtu, 19 Juni 2010

DISIPLIN GEREJA
Bacaan : Matius 18 : 15 – 35
Menjalankan disiplin gereja terhadap orang-orang yang melakukan dosa memang tidak menyenangkan dan rumit, tetapi harus tetap dilakukan. Perikop ini memberikan dua prinsip dalam menjalankan disiplin gereja.
Pertama, tujuan disiplin gereja adalah pertobatan (ayat 15-17). Maka dimulai dengan menegur secara pribadi sehingga tidak mempermalukannya di hadapan orang lain. Kalau tidak mau bertobat baru ada langkah-langkah lebih lanjut yang melibatkan pemimpin gereja, bahkan bila diperlukan seluruh gereja. Dosa yang ditutupi dan tidak dibereskan akan berakibat buruk menjalar ke orang lain, dan akhirnya merusak kesaksian gereja. Langkah terakhir, ketika tahapan disiplin yang diberlakukan tidak membuahkan hasil, adalah memperlakukan dia seolah-olah orang tersebut belum mengenal Allah. Jangan-jangan ia memang belum menjadi anak Tuhan sejati. Dalam hal ini gereja diberi otoritas untuk menyatakan kuasa Allah (ayat 18-20).
Kedua, disiplin harus dilandasi dengan semangat mengampuni. Jawab Yesus terhadap pertanyaan Petrus tentang berapa kali harus mengampuni sesama, tegas menyatakan tidak berhingga. Perumpamaan Yesus mengajarkan mengapa harus mengampuni tanpa batas. Yaitu karena kita telah mendapat pengampunan Allah secara tuntas dari dosa yang begitu besar. Dosa kita di hadapan Allah tidak dapat dibandingkan dengan kesalahan sesama kepada kita sebesar apa pun. Kita harus mengampuni orang lain tanpa batas karena kita telah menerima anugerah dan kemurahan Tuhan yang besar. Ia telah mengampuni kita dengan tanpa batas juga, melalui kematian Yesus di kayu salib. Displin gereja harus dilandasi dua hal tersebut di atas, sehingga berjalan efektif karena berkenan kepada Tuhan. Semangat menjatuhkan orang laina atau senang dengan penderitaan orang lain harus dijauhi! Gereja akan bertumbuh sehat ketika di dalamnya anak-anak Tuhan saling menjaga kekudusan, saling mengampuni, dan saling mendorong pertobatan…(S4MT)

Only Hope........

Only Hope……
There’s a song that’s inside of my soul…….
It’s the one that I’ve tried to write over and over again…..
I’m awake in the infinite cold…..
But You sing to me over and over and over again……
So I lay my head back down…..
And I lift my hands…….
and pray to be only Yours……
I pray to be only Yours……
I know now you’re my only hope…….
Sing to me the song of the stars….
Of Your galaxy dancing and laughing…..
and laughing again….
When it feels like my dreams are so far…..
Sing to me of the plans that You have for me over again…..
So I lay my head back down…….
And I lift my hands and pray…..
To be only yours…..
I pray to be only yours…..
I know now you’re my only hope…..
I give You my destiny…..
I’m giving You all of me…..
I want Your symphony….
Singing in all that I am…..
At the top of my lungs I’m giving it back……
So I lay my head back down…..
And I lift my hands and pray…..
To be only yours….
I pray to be only yours….
I pray to be only yours….
I know now you’re my only hope….