Senin, 12 Juli 2010

KARYA KHALIL GIBRAN YANG KU SUKA

KARYA KHALIL GIBRAN YANG KU SUKA

"...pabila cinta memanggilmu... ikutilah dia walau jalannya berliku-liku... Dan, pabila sayapnya merangkummu... pasrahlah serta menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu..." (Kahlil Gibran)

"...kuhancurkan tulang-tulangku, tetapi aku tidak membuangnya sampai aku mendengar suara cinta memanggilku dan melihat jiwaku siap untuk berpetualang" (Kahlil Gibran)

"Tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui. Mereka dipisahkan karena alasan duniawi dan dipisahkan di ujung bumi. Namun jiwa tetap ada di tangan cinta... terus hidup... sampai kematian datang dan menyeret mereka kepada Tuhan..." (Kahlil Gibran)

"Jangan menangis, Kekasihku... Janganlah menangis dan berbahagialah, karena kita diikat bersama dalam cinta. Hanya dengan cinta yang indah... kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan duka perpisahan" (Kahlil Gibran)
"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu... Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada..." (Kahlil Gibran)
"Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini... pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang" (Kahlil Gibran)

"Apa yang telah kucintai laksana seorang anak kini tak henti-hentinya aku mencintai... Dan, apa yang kucintai kini... akan kucintai sampai akhir hidupku, karena cinta ialah semua yang dapat kucapai... dan tak ada yang akan mencabut diriku dari padanya" (Kahlil Gibran)

"Kemarin aku sendirian di dunia ini, kekasih; dan kesendirianku... sebengis kematian... Kemarin diriku adalah sepatah kata yang tak bersuara..., di dalam pikiran malam. Hari ini... aku menjelma menjadi sebuah nyanyian menyenangkan di atas lidah hari. Dan, ini berlangsung dalam semenit dari sang waktu yang melahirkan sekilasan pandang, sepatah kata, sebuah desakan dan... sekecup ciuman" (Kahlil Gibran)

Menyayangi lebih indah daripada Disayangi

Menyayangi lebih indah daripada Disayangi
(Hasil Wawancara dengan beberapa Wanita)
Ketika aku melakukan sharing alias dengar pendapat dengan beberapa pemuda pemudi gereja, aku mengetahui berbagai problem mereka, yang terjadi pada kehidupan mereka. Tidak baik aku tuliskan disini, namun aku akan tuliskan buah pikirannya dan perasaannya tentang bagai mana rasa cinta dan saying yang mereka alami dan rasakan…… begini katanya:
Aku lebih suka menyayangi orang dari pada disayangi, kerena aku bisa tau rasa sayang yang aku punya ini rasa sayang yang seperti apa. Tapi bila orang lain sayang denganku, aku tak tau rasa sayang yang seperti apa yang dia punya untukku ? Bisa saja dia bilang sayang hanya dimulut tapi dihatinya ada orang lain, siapa yang tau hal itu? Didalam hati orang nggak akan ada yang bisa menebak. Tapi kebanyakan orang memang lebih suka disayangi dari pada menyayangi. Sejatinya menyayangi dan disayangi itu sama saja. Sama – sama ada yang menyayangi dan ada yang disayangi. Bagiku, aku lebih senang menyayangi orang lain. Ada rasa yang berbeda dari rasa itu, mungkin ada juga yang beranggapan lain. Nggak ada salahnya juga kalau orang lain punya banyak pendapat tentang hal ini, toh negeri ini adalah sebuah negeri yang membebaskan rakyatnya untuk berpendapat. Walaupun orang yang aku sayang nggak mengerti betapa sayangnya aku pada dirinya, aku tetap senang bisa menyayangi dia. Walau terkadang memang sakit melihat dia bersama yang lain aku tetap bangga bisa punya kesempatan untuk menyayanginya, melihatnya, tertawa bersamanya, dan berbicara dengannya. Itupun sudah menjadi suatu kesenangan tersendiri bagiku. Walau sayangku nggak akan pernah dia lihat dan dia rasakan. Aku punya satu alasan kenapa aku lebih suka menyayangi orang daripada disayangi. Takut dibohongi lagi? Memang! Itu alasan pertamaku. Semudah bibirnya mengatakan sayang, tapi sayang yang diberikan itu PALSU. Hal yang paling aku benci adalah suatu hal yang nggak nyata, termasuk sayang palsu. Sudah cukup lah aku dibohongi sekian banyak laki-laki. Tapi, aku juga nggak mau jadi orang yang munafik. Aku akui aku juga pernah berbohong dan memberikan cinta dan sayang yang semu. Dari semua yang ku lalui ini telah cukup memberiku suatu pelajaran yang paling berharga dalam hidupku. Aku sadar kalau rasa sayang itu nggak hanya bisa diucapkan lewat bibir manis, tapi juga dari dalam hati yang paling dalam. Lebih baik lagi bila kita semua saling menyayangi dengan hati yang tulus dan tanpa mengaharap sesuatu hal yang lebih.
Jujur, aku ingin mendapatkan seseorang yang dengan sepenuh hatinya tulus menyayangiku tanpa melihat kekurangan yang aku punya. Aku memang lemah dalam hal bercinta, aku memang nggak hebat dalam hal ini. Aku lebih banyak disakiti daripada menyakiti, aku memang nggak mau dan nggak akan pernah menyakiti hati orang lain. Karena aku tau disakiti itu rasanya sakit. Entah kenapa walau aku disakiti, aku masih tetap bisa tersenyum dihadapan orang lain. Senyum yang ku berikan hanya senyum palsu, sebuah topeng bahagia padahal hati sedang terluka. Entah kesalahan apa yang telah ku perbuat sehingga banyak yang menyakitiku. Aku hanya mencoba untuk bisa tersenyum dalam setiap cobaan yang kulalui. Mungkin dengan aku tersenyum orang – orang disekelilingku menjadi bahagia. Membuat orang lain bahagia adalah suatu hal yang indah. Ada yang bilang kalau kita ingin bisa menyayangi orang lain, kita harus bisa menyayangi diri kita sendiri.

Mungkin itu memang benar. Tapi apa orang lain juga beranggapan seperti itu? Ada seorang teman yang bertanya padaku seperti ini, dalam berhubungan (berpacaran) mana yang lebih penting? Cinta atau sayang? Ada yang bilang lebih penting cinta, ada juga yang beranggapan lebih penting sayang. Tapi bagiku sayang dan cinta itu sama – sama pentingnya dalam sebuah hubungan asalkan itu semua berasal dari hati yang tulus. Cinta tanpa didasari rasa sayang juga percuma, begitupun sebaliknya.
Ada yang bilang, ucapan suka itu nggak berarti cinta. Memang. Kadang aku sendiri bingung dengan perasaanku sendiri. Apa aku ini suka atau cinta? Kalau sekedar suka pasti cepat hilang rasa suka itu. Kalau cinta agak susah hilangnya. Itu menurutku. Orang lain juga belum tentu sependapat denganku, pendapat orang berbeda-beda.
……Tulisan di atas adalah pengakuan dari seseorang yang tdk mau disebutkan nama dan identitasnya… dan dan bila ada yang mengalami hal yang sama….itu hanya kebetulan saja….. dan tidak ada unsur kesengajaan……. Oleh sebab itu Penulis mohon maaf…. Dan berikan masukan yang membangun demi kemajuan tulisan saya di masa depan….. terima kasih.

MANFAAT BERMAIN BAGI ANAK

MANFAAT BERMAIN BAGI ANAK

I. Pendahuluan
Bermain dalam sekolah adalah proses pembelajaran yang menggunakan alat permainan, sumber belajar, dan kegiatan tanpa menggunakan peralatan. Tujuannya memberi informasi, cerita, kebenaran pelajaran, dan menumbuhkan semanagat belajar anak-anak yang dapat diterima dengan rasa senang. Berdasarkan pengalaman penulis, praktik pengajaran di sekolah hanya bercerita kepada anak sekolah sebagai peserta didik. Mereka tidak banyak dilibatkan secara aktif partisipatif tetapi hanya sebagai pendengar saja. Dengan adanya alat permainan dan sumber belajar, anak-anak diharapkan akan memahami pelajaran dengan santai dan tanpa paksaan karena asyik bermain. Untuk menguatkan pemahaman kita tentang belajar dan bermain
II. Permasalahan
Adanya pemahaman yang berangapan bahwa belajar harus serba serius dan penuh disiplin dan tidak dapat bermain-main. Hal ini sering terjadi bagi kelompok pengajar bidang study eksak. Anak cendrung dijejali dengan pembelajaran yang serba imajinasi dan tugas-tugas yang kadang tidak dipahami arah dari pembelajaran tersebut.

III. Pembahasan

Penelitian tentang perkembangan anak membuktikan bahwa satu cara
mudah untuk meningkatkan keberhasilan anak dalam aspek sosial,
emosional, dan intelektual adalah dengan menawarkan aneka permainan
yang tepat. Anak-anak tidak akan pernah belajar sebanyak dan secepat
selama 8 tahun pertama kehidupan mereka. Anda bisa membantu
menjadikan 8 tahun pertama itu suatu perjalanan yang penuh dengan
anugerah. Selama 8 tahun pertama ini, otak seorang anak bagaikan
spons yang menyerap berbagai informasi dan pengalaman. Bermain
adalah suatu aktivitas yang terprogram secara biologis untuk
merangsang sel-sel otak anak-anak kecil, yang membantu terbentuknya
hubungan antarsaraf otak sehingga mereka memunyai daya ingat yang
kuat dan keterampilan berpikir. Dengan kata lain, jika otak diberi
rangsangan yang sesuai melalui permainan yang tepat, maka perubahan
seumur hidup akan terjadi.

Bermain dengan anak-anak kecil bisa membantu Anda mengenali pikiran
mereka, melihat cara mereka mengelompokkan informasi dan mencari
tantangan-tantangan, serta melihat kekuatan dan kelemahan apa saja
yang ada. Yang tidak kalah penting, jenis permainan yang tepat bisa
membantu Anda membentuk perilaku anak. Kegiatan bermain yang
terencana dengan baik bisa membantu Anda menenangkan anak yang aktif
atau membangkitkan rasa percaya diri anak yang pemalu. Kegiatan
bermain dapat merangsang rasa ingin tahu anak layan Anda dan
memantapkan kebiasaan pola makan yang baik sekaligus fisik yang
unggul.

Penelitian menunjukkan bahwa membuat anak tetap sibuk masih belum
cukup. Perkembangan anak secara optimal membutuhkan lebih dari
jam-jam aktifnya serta aneka mainan yang menarik. Bahkan, penggunaan
materi bermain yang berlabel edukatif dan membantu perkembangan anak
bisa saja menghilangkan elemen paling dasar yang berharga dari
kegiatan bermain, yaitu interaksi anak dengan pelayan anak. Mainan
tentu saja berperan dalam kegiatan bermain, tapi tidak menjamin
terjadinya proses belajar. Selain itu, tidak ada korelasi langsung
antara jenis mainan yang dimiliki oleh seorang anak dengan yang ia
pelajari.

Kegiatan bermain yang bernilai plus memiliki tiga komponen:

1. Anda -- teman bermain yang antusias.

Anda ada untuk memastikan bahwa kegiatan bermain tak hanya
menghibur tapi juga mengajarkan sesuatu pada anak. Kesediaan Anda
untuk bermain (dan fakta bahwa Anda senang melakukannya)
menunjukkan pada anak bahwa sesuatu yang penting sedang
dilakukan. Semakin sering Anda bermain bersama anak, semakin
banyak hal yang bisa Anda pelajari tentang dirinya. Selain itu,
akan semakin mudah pula Anda memberikan permainan-permainan yang
baik untuknya pada masa-masa selanjutnya.

2. Membuat perencanaan.

Tentu saja, Anda tidak akan pernah ingin melewatkan saat-saat
kegembiraan yang muncul secara spontan saat bermain. Tapi, jika
Anda ingin mengajarkan keterampilan-keterampilan penting bagi si
kecil, Anda harus tahu secara jelas mengenai cara melakukan
kegiatan bermain tersebut. Anda harus membuat aspek perencanaan.
Hal ini akan mempermudah Anda dalam mengumpulkan bahan-bahan yang
dibutuhkan, menawarkan berbagai kegiatan bermain yang
mengembangkan aneka keterampilan si kecil, sekaligus
mengembangkan pelajaran dengan cara yang menyenangkan bagi Anda
dan anak.

3. Permainan yang sesuai untuk anak.

Sebuah kegiatan permainan belum tentu cocok untuk semua anak.
Anak-anak memiliki keunikan yang memengaruhi cara mereka bermain,
dan sangatlah penting untuk mempertimbangkan perbedaan tersebut.
Contohnya, jika Anda memunyai anak yang pemalu dan Anda ingin
membantunya jadi lebih percaya diri, suatu permainan yang
bersifat auditif dalam lingkungan bermainnya mungkin bukan
merupakan taktik yang paling baik. Permainan membisikkan
rahasia-rahasia mungkin merupakan pendekatan yang lebih baik
untuknya.

Jika Anda berusaha mencocokkan jenis permainan yang sesuai untuk si
kecil berarti Anda membiarkannya meraih keberhasilan dengan cara
yang alami dan menyenangkan. Coba Anda berikan segumpal lilin mainan
kepada enam orang anak usia prasekolah, Anda akan mendapatkan enam
kreasi yang berbeda, yang dibuat dengan cara yang berbeda-beda pula.
Satu anak mungkin akan langsung membentuk lilin mainan tanpa
perencanaan yang jelas. Tapi, anak yang lain mungkin akan
mencari-cari bantuan serta petunjuk untuk membentuk gumpalan
tersebut. Anak ketiga mungkin hanya memerhatikan teman-temannya
kemudian meniru apa yang mereka lakukan. Bahkan, mungkin ada juga
yang hanya melempar adonan itu ke lantai lalu pergi meninggalkannya.
Kegiatan bermain bisa memperlihatkan pada Anda bagaimana anak-anak
menggunakan pendekatan yang berbeda-beda dalam mengerjakan sebuah
tugas. Anda bisa membangun kemampuan alami dan minat anak saat Anda
menyiapkan sebuah permainan untuknya.

Anak-anak sudah mulai bermain sejak mereka bangun sampai pada saat
mereka tertidur di malam hari. Mereka juga bermain dalam mimpi saat
sedang tidur. Kita semua pernah jadi anak-anak dan bermain-main pada
masa itu. Bagaimana cara kita bermain? Kita bermain bersama
teman-teman di sekitar rumah dan dengan mainan mainan kesukaan kita;
kadang hingga mainan-mainan itu tercerai-berai. Kita bermain di
pohon, di bawah meja yang terbungkus selimut, dan di tempat-tempat
khayalan di dalam pikiran kita. Kegiatan bermain membuat hari-hari
terasa panjang, minggu-minggu tiada akhir, dan tahun-tahun seperti
penggalan-penggalan waktu yang abadi.

Tujuh bidang keterampilan yang penting bagi anak:

1. Komunikasi
2. Konsentrasi
3. Keingintahuan
4. Kemampuan mengambil keputusan
5. Kebaikan hati
6. Kemampuan fisik
7. Keinginan bermain-main

Tentu saja ada banyak hal berharga lainnya yang bisa diajarkan pada
anak, tapi ketujuh bidang keterampilan ini dipilih sehubungan dengan
manfaatnya dalam mengembangkan kesiapan anak dan menggapai
keberhasilan dalam hidupnya. Begitu Anda terbiasa mengenali dan
menciptakan permainan yang bisa mengembangkan keterampilan si kecil,
Anda bisa dengan mudah mengembangkannya ke bidang-bidang kompetensi
lainnya.

Ketujuh keterampilan ini tidak disusun berdasarkan tingkat
kepentingannya. Anda bisa memulainya dari bagian mana saja, dengan
memfokuskan diri pada satu keterampilan atau lebih, mengingat
anak-anak, seperti halnya orang dewasa, bisa mempelajari banyak
keterampilan pada saat bersamaan. Jika Anda memilih keterampilan-keterampilan yang memiliki makna khusus bagi Anda, maka
Anda akan lebih menikmati hasilnya, terutama manfaat dari waktu dan
cinta yang Anda berikan.

Beberapa aktivitas mungkin akan terlihat lebih menarik bagi seorang
anak dan tidak terlalu menarik bagi anak yang lain. Dengan
memerhatikan hal tersebut, Anda akan bisa merencanakan permainan
lebih baik lagi dari waktu ke waktu. Yang juga perlu diingat adalah
bahwa anak-anak yang masih kecil, bahkan saat mereka sedang
bersenang-senang, memerlukan orang dewasa yang membantu mereka
mengukur kemajuan mereka. Anda bisa membantu anak layan Anda untuk
yakin akan dirinya, bahwa ia adalah seorang seniman kreatif, pelari
cepat, atau ahli bahasa yang baik. Anda bisa melakukannya dengan
cara memberikan perhatian dan turut bermain.

Menjadi teman bermain yang baik itu mudah. Anak-anak senang bermain bersama orang dewasa yang mereka sukai. Mereka amat jarang menolak kehadiran dan keterlibatan orang lain pada saat bermain. Dengan
menjadi pemimpin dalam suatu aktivitas bermain yang menghibur dan
bertujuan, Anda akan mendengar anak layan Anda tertawa riang. Anda
juga akan menyaksikan kebanggaan dirinya muncul dan berbagai
keterampilan yang amat berharga mulai tumbuh. Dan, karena keriangan
bermain bersama anak-anak sangatlah mudah ditularkan, semakin sering
Anda melakukannya, semakin menyenangkan pula rasanya. Ini akan
mengembalikan saat-saat yang hilang dari masa kecil Anda sekaligus
membangun hubungan antara Anda dan anak layan Anda yang akan
berlangsung seumur hidup.

IV. Kesimpulan dan Saran

IV.1. Kesimpulan

Perkembangan anak secara optimal membutuhkan lebih dari jam-jam aktifnya serta aneka mainan yang menarik. Bahkan, penggunaan materi bermain yang berlabel edukatif dan membantu perkembangan anak bisa saja menghilangkan elemen paling dasar yang berharga dari kegiatan bermain, yaitu interaksi anak dengan pelayan anak.
Keterampilan yang penting bagi anak antara lain :Komunikasi, Konsentrasi, Keingintahuan,Kemampuan mengambil keputusan, Kebaikan hati,Kemampuan fisik, Keinginan bermain-main. Hal ini yang perlu dibedakan dengan manusia dewasa, walau pun interaksi mereka sering dengan orang dewasa. Anak-anak senang bermain bersama orang dewasa yang mereka sukai. Mereka amat jarang menolak kehadiran dan keterlibatan orang lain pada saat bermain. Dengan menjadi pemimpin dalam suatu aktivitas bermain yang menghibur dan bertujuan, Anda akan mendengar anak layan Anda tertawa riang. Anda juga akan menyaksikan kebanggaan dirinya muncul dan berbagai keterampilan yang amat berharga mulai tumbuh.

IV.2. Saran

Seharusnya para guru, para pendidik anak dan para orang tua harus memahami kondisi tersebut.

V. Daftar Pustaka

1. Igrea Siswanto, Pengertian Bermain dalam Sekolah Minggu, Penerbit ANDI, Yogyakarta 2006
2. Kenneth O. Gangel, Instructive Play as Learning, SP Publication IncU.S.A, 1974
3. Susan Kettmann, Permainan Aktivitas Terbaik Untuk Anak, Primamedia, Jakarta 2005
4. http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak

Riak-riak Kata Hati

Riak-riak Kata Hati


“Sekuntum mawar akan menjadi kebunku. Seorang sahabat sejati akan menjadi duniaku.”
Dimana……..
Sahabat yang beriman ibarat mentari yang menyinar.
Sahabat yang setia bagai pewangi yang mengharumkan.
Sahabat sejati menjadi pendorong impian.
Sahabat berhati mulia membawa kita ke jalan Allah.
Sebab itu….. ingat waktu……
Waktu itu bagaikan pedang, jika tidak kamu potongkan maka ia akan memotongmu.
Sebab itu kita harus pergunakan untuk…….
Kerja adalah wujud nyata cinta. Jika kita tak dapat bekerja dengan kecintaan namun hanya dengan kebencian, lebih baik tinggalkan pekerjaan itu,lalu duduklah di gerbang rumah ibadah untuk menerima derma dari mereka yang bekerja dengan suka cita…….
Sebab….
Kadang-kadang Tuhan sembunyikan matahari, DIA datangkan petir dan kilat. Kita menangis dan
tertanya-tanya ke mana hilangnya matahari, rupa-rupanya Tuhan hendak memberi kita pelangi.
Sebab Dia cintai dan kasihi kita…….
Begitulah cinta, ketika ia terurai jadi perbuatan. Ukuran integritas cinta adalah ketika ia bersemi dalam hati… terkembang dalam kata… terurai dalam perbuatan…
Jikalau kamu memusatkan perhatian untuk memberikan cinta, tugasmu akan terasa lebih kecil namun hasilnya besar. Kalau kau memusatkan perhatian untuk mendapatkan cinta, tugasmu akan terasa lebih besar namun hasilnya kecil.
Kita akan merasa bahagia apabila orang berasa senang dengan kita dan mencintai diri kita seperti mencintai dirinya sendiri.

“Cinta dan keajaiban memiliki persamaan besar. Keduanya memperkaya jiwa dan mencerahkan hati.”
“Cinta kadang kala merupakan sebuah keajaiban. Namun keajaiban kadang kala justru hanya sebuah ilusi Cinta adalah tamu yang selalu datang tanpa undangan tapi kepergiannya tidak pernah diharapkan.
Dan sesungguhnya hati akan merasa memiliki cinta apabila cinta itu telah pergi.
Olehsebab itu….kita harus berjaga selalu….karena:

Hal yang tersedih adalah apabila orang yang mendatangi kita pergi berjalan menjauh, dan perasaan kita bertambah sedih seiring banyaknya langkah kaki saat ia meninggalkan kita. Cinta mungkin tidak akan berlangsung selamanya, tapi ia akan bertahan. Bertahan begitu lama dan kuat, hingga kita tahu bahwa dia mengkhianati cinta kita.
Kisah cinta tidak ada akhir yang membahagiakan, sebab cepat atau lambat cinta itu tetap abadi hingga salah satu pihak akan berpulang lebih dulu, meninggalkan orang lainnya dalam kepedihan dan dukacita.

Andai hidup puncak perpisahan,
biarlah mati menyambungnya semula.
Namun seandainya mati puncak perpisahan,
biarlah hidup ini membawa arti yang nyata.

Yang indah itu pertemuan, yang manis itu kemesraan,
Yang pahit itu perpisahan, yang tinggal hanyalah kenangan.
Jika seseorang hadir dalam hidupmu dan menjadi bagian darimu,
Tetapi atas Alasan tertentu dia terpaksa pergi, jangan terlalu sedih,
Terimalah kenyataan itu dan setidaknya dia pernah membahagiakanmu.

Apabila anda mulai menyangka anda telah membuat satu pilihan yang salah dalam hidup anda dan terus menyangka kebahagian tidak akan anda kecapi karena kesalahan membuat pilihan itu, selamanyalah anda tidak akan berasa bahagia.
Berusahalah dengan ikhlas tanpa memikirkan balasan semata-mata, kerana semakin tinggi keikhlasan di dalam diri, semakin tinggilah balasan baik yang akan diperolehi dalam keadaan sedar atau tidak
Kenangan itu kadangkala teramat pahit untuk diingati, tetapi ia terlalu manis untuk dikenang.

Hasil pemikiran yang direnungkan……..pada hari Senin 12 Juli 2010…..pukul 12.00-13.15 WIB…dan disimpulkan :

Renung fikir menjadi kata-kata;

Renung kata-katamu, ia menjadi perbuatan;

Renung perbuatanmu, ia menjadi amalan;

Renung amalanmu, ia adalah sifat dirimu.

Minggu, 11 Juli 2010

BELAJAR DENGAN POLA BERMAIN

BELAJAR DENGAN POLA BERMAIN
I. Pendahuluan
Pada kondisi sekarang ini, banyak pendapat tentang teori pembelajaran, terutama pembelajaran tentang anak usia dini. Dimana kecendrungan orang tua atau pengasuh tidak tahu apa yang harus dilakukan ketika anak mulai mogok sekolah. Hal itu seringkali disebabkan si anak tidak mampu mengungkapkan perasaannya secara terus terang mengenai masalah yang dihadapi. Hal ini diperparah oleh situasi dimana kebersamaan antara orang tua dengan anak pada saat ini sudah sangat terbatas. Di kota-kota besar umumnya orang tua mempercayakan penjagaan anak kepada baby sister atau pembantu untuk menjaga dan merawat anaknya, sehingga komunikasi antara anak dengan orang tua melalui orang ketiga. Apalagi bagi anak usia dini yang masih berusia 2 tahun hingga 5 tahun hal ini sangat kurang tepat dan tidak baik.
Tanpa diketahui apa penyebab atau alasan jelas anak usia dini sering mogok sekolah. Lalu apa tindakan yang harus dilakukan oleh orang tua untuk menghadapi kondisi anak bila mogok sekolah tanpa alasan? Ada banyak hal yang dapat dilakukan atau diperhatikan oleh orang tua terutama dalam menghadapi anak usia dini, misalnya, mencari penyebabnya atau bekerja sama dengan guru untuk membujuk anak agar mau sekolah. Namun asumsi awal yang umum menjadi salah satu penyebab mengapa anak takut bersekolah adalah masalah kemandirian. Di rumah si anak kecendrungan mendapatkan perlakuan istimewa dari orang tuanya dimana segala keperluan dan kebutuhannya selalu dilayani oleh orang yang ada disekitarnya apakah perawatnya atau bahkan orang tuanya, sedangkan di sekolah si anak diajarkan untuk mandiri, melakukan segala sesuatunya sendiri dengan sedikit bantuan dari guru atau edukatornya. Hal ini yang sering memicu anak menjadi mogok sekolah karena ia merasa tidak begitu nyaman apabila mengerjakan pekerjaannya sendiri di sekolah. Untuk itu, perlu dicari solusi atau metoda pembelajaran agar si anak betah hadir ke sekolah.

II. Permasalahan
Dari penjelasan tersebut di atas, ada perbedaan keinginan siswa, atau keinginan anak dengan kondisi yang terjadi dan kondisi yang dia alami. Orang tua, pengasuh anak dan guru menginginkan agar anak tersebut mau belajar sesuatau demi target tujuan yang harus dicapai oleh seorang anak. Oleh sebab itu, perlu dicarikan metode pembelajaran yang dapat menjawab persoalan tersebut sehingga anak betah hadir ke sekolah.
III. Pembahasan
Bermain dalam sekolah adalah proses pengajaran yang menggunakan alat permainan, sumber belajar, dan kegiatan tanpa menggunakan peralatan. Tujuannya memberi informasi, cerita, kebenaran pelajaran, dan menumbuhkan semanagat belajar anak-anak yang dapat diterima dengan rasa senang. Berdasarkan pengalaman penulis, praktik pengajaran di sekolah hanya bercerita kepada anak sekolah sebagai peserta didik. Mereka tidak banyak dilibatkan secara aktif partisipatif tetapi hanya sebagai pendengar saja. Dengan adanya alat permainan dan sumber belajar, anak-anak diharapkan akan memahami pelajaran dengan santai dan tanpa paksaan karena asyik bermain. Untuk menguatkan pemahaman kita tentang belajar dan bermain. Beberapa pendapat dari para ahli dan tokoh pendidikan tentang bermain dan belajar.

1. Montessori (1966)
Ketika anak bermain, ia akan mempelajari dan menyerap segala sesuatu yang terjadi di lingkungan sekitarnya.

2. Frobel (1782 – 1852)
Imajinasi merupakan dunia anak-anak. Setiap benda yang dimainkan berfungsi sesuai dengan imajinasi anak. Misal, garisan yang dipegang dapat dianggap sebagai pedang atau pesawat.

3. Mayke (1995)
Belajar dengan bermain memberi kesempatan kepada anak untuk memanipulasi, mengulang-ulang, menemukan sendiri, bereksplorasi, mempraktikkan, dan mendapat bermacam-macam konsep serta pengertian yang tidak terhitung banyaknya.

4. Jane M. Healy (1994)
Jaringan serabut syaraf akan terbentuk apabila ada kegiatan mental yang aktif dan menyenangkan anak. Setiap respons terhadap penglihatan, bunyi, perasaan, bau, dan pengecapan akan memperlancar hubungan antarneuron (jaringan syaraf). Ibarat "jalan setapak di hutan belantara", serabut syaraf pada awalnya menunjukkan jejak yang belum jelas. Namun dengan terjadinya pengulangan, jalan setapak tersebut akan semakin jelas dan mudah ditempuh serta dilewati. Makin sering otak bekerja, otak akan semakin mahir dan terampil. "Setiap anak akan menganyam jaringan intelektualnya," tegas Healy.

5. Piaget (1977)
Pada usia 2 tahun seorang anak sudah mulai bermain. Permainan ini jelas terlihat dalam gerakan-gerakan tubuh, kaki, tangan, dan bagian tubuh lain untuk menyelidiki dunia sekitarnya dan berinteraksi dengan orang-orang sekitarnya. Periode ini adalah periode kehidupan motor sensorik seorang anak manusia, untuk menerima dan menyesuaikan objek-objek yang berhubungan dengan mereka, sesuai waktu dan tempat. Mereka menggunakan segala sarana permainan untuk menyatakan imajinasi, pikiran, perasaan, dan fantasi mereka.

6. Armytage (1992)
Hidup adalah suatu permainan. Pernyataan ini merupakan refleksi dari kristalisasi hidup manusia dari tahap ke tahap, yang pada prinsipnya mengakui bahwa permainan adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia.

7. Lerner (1982)
Dasar utama perkembangan bahasa adalah melalui pengalaman-pengalaman berkomunikasi yang kaya. Pengalaman-pengalaman yang kaya itu akan menunjang faktor-faktor bahasa yang lain, yaitu mendengarkan, berbicara, membaca, menulis. Faktor mendengarkan dan membaca termasuk ketrampilan berbahasa yang menerima (reseptif), sedangkan berbicara dan menulis merupakan ketrampilan aktif (ekspresif).

8. Hughes (1995)
Pada hakekatnya, bermain meningkatkan daya kreativitas dan citra diri anak yang positif. Unsur-unsur yang merupakan daya kreativitas adalah kelancaran, fleksibel, pilihan, orisinil, elaborasi.

Pemahaman tentang bermain juga akan membuka wawasan dan menjernihkan pendapat kita sebagai pelayan sekolah minggu sehingga menjadi luwes terhadap kegiatan bermain di sekolah minggu dan mendukung setiap aspek perkembangan anak. Proses pengajaran yang dimaksudkan adalah pelayan sekolah minggu, yang memberi kesempatan yang lebih banyak kepada anak-anak untuk bereksplorasi, sehingga pemahaman tentang konsep dan pengertian dasar akan membuat anak-anak mengerti konsep belajar sejak usia dini karena dapat dipahami dengan lebih mudah.

Peran Guru ketika Anak Bermain

1. Partisipasi aktif dari guru ketika mendampingi akan sangat bermanfaat bagi anak dalam bermain. Misal permainan balok berwarna untuk membuat sesuatu objek, dimana guru harus bertidak sebagai pelayan bagi murid tersebut.
2. Guru lebih baik berperan sebagai fasilitator.

3. Intonasi yang tidak meninggi dan berbicara dengan lembut dapat digunakan untuk menghadapi anak yang perilakunya kurang baik. Dengan kelembutan, kita akan lebih mudah menyentuh perasaan anak.

4. Guru dapat memerhatikan bahasa tubuh anak ketika berkomunikasi dengan anak-anak, sebab bahasa tubuh merupakan ungkapan diri anak ketika anak sulit untuk mengatakannya.

5. Setiap anak memiliki keunikan tersendiri dalam bermain. Guru harus dapat melihat berbagai keunikan itu secara nyata. Misalnya ada anak yang dengan mudah menangkap dan memberi respons yang baik tentang apa yang disampaikan gurunya.

IV. Kesimpulan dan Saran
IV.1. Kesimpulan.
1. Hingga saat ini, proses bermain dalam pembelajaran di sekolah adalah solusi yang tepat untuk mengatasi kemalasan anak datang ke sekolah.
2. Masih ditemukannya sewaktu guru berada di ruangan belajar belum bertindak menjadi seorang fasilitator, tetapi cendung menjadi penguasa ruangan kelas.
IV.2. Saran
1. Hingga saat ini, proses bermain dalam pembelajaran di sekolah adalah solusi yang tepat untuk mengatasi kemalasan anak datang ke sekolah.
2. Masih ditemukannya sewaktu guru berada di ruangan belajar belum bertindak menjadi seorang fasilitator, tetapi cendung menjadi penguasa ruangan kelas.

V. Daftar Pustaka
1. Igrea Siswanto, Pengertian Bermain dalam Sekolah Minggu, Penerbit ANDI, Yogyakarta 2006
2. Kenneth O. Gangel, Instructive Play as Learning, SP Publication IncU.S.A, 1974
3. Susan Kettmann, Permainan Aktivitas Terbaik Untuk Anak, Primamedia, Jakarta 2005
4. http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak

Rabu, 07 Juli 2010

INSPIRASI YANG BERHARGA

INSPIRASI YANG BERHARGA
Ketika perjalanan dari Medan menuju kota Pematang Siantar….di dalam bus Patas, ternyata terjadi kisah yang menarik dan dapat menjadi sebuah pembelajaran yang berarti buat saya sebagai pengamat kejadian tersebut. Saya sependapat dengan para penulis lain yang menyataka bahwa : Kehidupan dan tingkah laku manusia atau kelompok manusia yang satu menjadi referensi bagi kehidupan dan tingkah laku manusia yang lainnya. Oleh sebab itu mari kita lebih banyak melihat manusia yang lebi berhasil dan sukses dari kita sebagai referensi masa depan kita, tetapi mari kita melihat orang yang kurang beruntung dari kita sebagai referensi untuk bersyukur.
Dalam kisah ini, di dalam bus Intra patas tujuan kota Pematang Siantar, duduk seorang laki-laki berusia 35 tahun, yang berprofesi sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di daerah itu dengan nama Porman. Di sampingnya duduk seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi swasta di Medan yang hendak pulang ke rumah orang tuanya di Pematang Siantar dengan nama Suman. Dasar keduanya saling jaim alias jaga image, keduanya sibuk dengan membaca buku, asik dengan buku masing-masing. Sesekali Suman baca sms dan membalasnya, maklumlah anak muda jaman sekarang. Mereka duduk berdampingan dengan kursi di antara mereka kosong. Porman yang sudah semenjak mahasiswa mengidap penyakit maag, kemana-mana selalu bawa makanan, dalam hal ini roti kering yaitu Malkis Biscuit Roma. Tanpa sengaja, entah mengapa mungkin kebetulan saja…. Suman juga membawa roti jenis dan ukuran yang sama dengan roti milik Porman. Sebenarnya Porman juga baru 2 bulan terakhir ini mengkansumsinya, karena pernah cerita dengan orang yang dikasihnya, lalu ia coba…. Dan ternyata Porman suka. Dasar yang memesannya adalah orang yang disayangi Porman.
Setelah samapai di Lubuk Pakam, lalu Porman mengeluarkan roti miliknya, dan meletakkan di sebelahnya yaitu pada kursi di antara dia dengan Suman. Di bawahnya ternyata ada tas dan majalah milik Suman. Tapi karena mereka tidak saling tegur, terjadilah kesalah pahaman ini. Porman mengambil roti biscuit dari bungkusnya, sambil membaca lalu ia makan. Pada saat yang sama Suman melirik ke arah Porman dengan cara sinis, pemahaman Suman, bapak yang disampingnya itu kelewatan, karena telah berani memakan roti miliknya tanpa ijin darinya. Setiap Porman ambil satu roti, lalu diikuti oleh Suman dengan cara yang layaknya orang marah dan sewot. Karena Porman tidak merasa ada yang salah, ia tidak perduli sikap Suman di sampingnya. Porman ambil roti lagi lalu ia makan, dengan sigap dan cara yang kasar, Suman ambil juga roti itu, demikian seterusnya. Pada saat kondisi sudah sampai di Sinaksak Pematang Siantar, roti tinggal satu, lalu Porman mengambilnya lagi, lalu membagi dua, setengah ia makan dan sisanya ia tinggalkan di bungkusnya. Lalu Suman menggumam dan berkata “ huhh, dasar manusia, sudah tua masih ganggu anak gadis orang. Suman ambil bungkus roti Malkis Biskuit Roma, lalu membuangnya ke lantai, lalu dengan kasar ia memijak roti itu dengan plastiknya, dengan kegeramannya ia berkata, huuh sial… asal ambil saja…. Gak tau diri. Lalu Porman hanya tersenyum dan setelah sampai di terminal Parluasan Siantar, Porman turun dan bergegas memesan beca dengan tujuan arah ke jalan Sisingamangaraja. Porman naik dengan cepat dan berlalu dari sana.
Ketika Suman hendak turun, ia ambil tasnya dan betapa terkejutnya ia, karena di dalam tasnya roti miliknya masih utuh, lengkap dan belum terbuka. Suman merasa bersalah dan ingin minta maaf pada Porman, namun karena saling jaim, Suman tidak kenal, tidak tau alamat rumah, maupun tempat bekerja Porman. Dengan perasaan malu pada diri sendiri, Suman membawa roti miliknya dengan tujuan pulang ke rumah orang tuanya. Suman menyesal sekali, namun ia tidak bisa mencabut kata-katanya, mengembalika roti yang ia makan yang dengan congkaknya ia merasa miliknya, mengembalikan roti yang ia buang dan pijak dilantai bus.
Dari gambaran dan cerita di atas, ada beberapa hal yang dapat kita simak makna yang sangat berharga yaitu :
1. Waktu yang telah berlalu tidak akan pernah berulang kembali.
Dalam hal ini sering kita tidak sadari, kita tidak pernah mau berhitung masalah waktu yang ada, yang Tuhan berikan pada kita. Tuhan berikan waktu sama kepada semua orang, yaitu satu hari 24 jam. Ia berikan merata kepada semua lapisan masyarakat, yang kaya, miskin, tua dan muda, hitam dan putih, pandai dan bodoh dan bahkan kepada penjahat juga ia berikan sama. Lalu dimana perbedaannya? Jawabnya ada di dalam diri kita masing-masing. Kita tidak pernah menghitung waktu yang pernah kita buang dengan percuma. Contoh sederhana, usia seorang ayah adalah : 48 tahun. Dia memiliki kebiasaan dengan disiplin waktu, dia membaca setiap hari 3 jam. Maka dapat dikatakan,sang ayah tersebut (3/24)x48 tahun = 6 tahun, terus menerus membaca. Lalu kita kaji, seorang tenaga kerja, atau professional, berapa jam dala sehari ia gunakan waktunya untuk produktif yang berguna baginya dan orang lain? Maka dari sana kita dapat melihat terjadinya perbedaan itu terjadi adalah karena penggunaan waktu yang sama. Jika sang ayah tadi rata-rata satu hari tidur 6 jam maka (6/24)x48 tahun = 12 tahun . Jadi selama 12 tahun ayah tersebut tidur. Dan seterusnya, kita dapat melakukan analisa produktifitas diri kita.
Lukas 4:13 Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik. Dari teks ini, iblis juga mengharagai waktu, apalagi kita sebagai anak-anak terang.

2. Roti yang telah kita buang, tidak akan pernah dapat kembali seperti awalnya.
Ketika emosi berkecamuk dalam hati kita, semua tidak berarti, semua merasa banar untuk dilakukan, walau pun sebenarnya sudah salah. Dalam hal ini, sebenarnya dapat tidak terjadi kesalahan, jika Suman mau tau keadaan rotinya. Coba lihat dulu di dalam tas, jangan dugaan dan prsangka dijadikan sebagai referensi dalam mengambil keputusan dan tindakan. Karena dalam hal menentukan keputusan butuh data yang akurat, agar tidak terjadi kesalahan yang merugikan kita sendiri.
3. Kata-kata yang telah terucap, tidak akan pernah tertarik kembali.
Jika kita sudah melontarkan kata-kata, maka kata tersebut tidak akan pernah kembali pada pemiliknya. Dia seperti bola liar dalam hati yang mendengarnya. Kesan yang mendengar dapat dikategorikan atas :
- Kesan positip, maka jika kita merespon semua masalah dengan sudut pandang yang positip, biasanya tidak akan menimbulkan masalah yang besar. Bagi orang yang berpikir positip, seandainya kata kata tersebut menyakiti hatinya dan tidak benar, maka ia akan melupakannya dan tidak mau memikirkannya dengan serius, karena tidak ada manfaatnya.Kecendrungan orang yang berpikir positif akan lebih pemaaf, karena dia dapat memaklumi hal-hal yang terjadi, meskipun ia sendiri tidak menyaksikan latar belakang ucapan tersebut.
- Kesan negative, maka jika kita merespon semua masalah dengan sudut pandang yang negatip, biasanya akan menimbulkan persoalan dan masalah baru. Bagi orang yang berpikir negatip, seandainya kata kata tersebut kita ucapkan baik dan benar pun, maka ia akan mencari mencari kesalahan dan berusaha menggiringnya ke arah yang tidak baik.Kecendrungan orang yang berpikir negatif akan susah memaafkan, karena dia hanya berpikir dari sudut pandang yang sempit dan susah memahami orang lain, tidak dapat memaklumi hal-hal yang terjadi, meskipun ia sendiri mengetahui dan menyaksikan latar belakang ucapan tersebut.
- Tidak ada kesan, biasanya kondisi ini antara pembicara dengan audiens tidak saling memperhatikan, audiens tidak perduli dengan orang yang sedang berbicara.
Dalam hal bicara, kita perlu ingat firman Tuhan antara lain :
- Samuel 2:3 Janganlah kamu selalu berkata sombong, janganlah caci maki keluar dari mulutmu. Karena TUHAN itu Allah yang mahatahu, dan oleh Dia perbuatan-perbuatan diuji.

- Amsal 13:3 Siapa menjaga mulutnya, memelihara nyawanya, siapa yang lebar bibir, akan ditimpa kebinasaan.

- Pengkhotbah10:12-14 Perkataan mulut orang berhikmat menarik, tetapi bibir orang bodoh menelan orang itu sendiri. Awal perkataan yang keluar dari mulutnya adalah kebodohan, dan akhir bicaranya adalah kebebalan yang mencelakakan. Orang yang bodoh banyak bicaranya, meskipun orang tidak tahu apa yang akan terjadi, dan siapakah yang akan mengatakan kepadanya apa yang akan terjadi sesudah dia?
- Matius 15:11 "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang."

- Efesus 4:29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.

- Kolose 3:8 Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu.
-
4. Perilaku yang tidak mengenakkan dan sudah terjadi tidak akan pernah dapat diralat kembali.
Perilaku yang kita ekpresikan dalam hidup adalah luapan isi hati kita, dan hal itu yang menjadi gambaran kita dihadapan orang lain. Sebagai anak-anak yang dipelihara Allah, dan ciptaan Allah, maka kita baca siapa manusia itu menurut Kejadian 1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Dengan dasar itu, maka manusia adalah gambaran Allah di dunia, berarti perilaku kita dan perbuatan kita merupakan gambaran Allah di dunia. Karena kita ciptaan dan kepunyaanNya, maka kita dibekalinya antara lain : pada I Timotius 5:25 Demikian pun perbuatan baik itu segera nyata dan kalau tidak demikian, ia tidak dapat terus tinggal tersembunyi dan pada II Timotius 3:17 Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.Oleh sebab itu, mari kita melayani dan berbuat baik demi kemuliaanNya. Sehingga orang yang menyaksikan kita dalam kehidupan ini, benar-benar merasa bahwa Allah kita hadir dalam kehidupannya. Dan hal inilah khotbah yang paling efisien dalam penginjilan,sehingga kita dapat menjadikan banyak jiwa-jiwa yang terbangun dan memperoleh berkatNya. Semoga….. amen………….(S4MT)

Senin, 05 Juli 2010

aku....cinta ... dan Dia

Aku bukan orang yang kuat, hanya mencoba tuk jadi kuat. Aku bukan orang yang tegar, hanya mencoba tuk jadi tegar. Bukan orang yang tulus, tapi hanya coba tuk jadi tulus. Bukan orang yang bertanggungjawab, hanya coba tuk menjadi bertanggungjawab. Ini semua semata-mata karena aku adalah manusia biasa, bukan menjadi yang terkuat, terhebat atau yang paling unggul.

Kalaupun katanya kekasih adalah ranting cinta, maka Allah adalah pohon cintanya. Jika cinta tak seharum bunga, maka Allah adalah penebar aroma wanginya. Jika cinta terasa sepahit empedu, maka Allah adalah penawarnya. Jika cinta adalah pembawa rasa bahagia, maka Allah yang telah memberkatinya. Jika cinta adalah menyebabkan derita, maka Allah adalah penghiburnya. Jika cinta terasa hampa, maka Allah adalah sebaik-baiknya pengisi kekosongan jiwa. Jika cinta terdusta, maka hanya Allah tempat mengadili. Kalau cinta tidak terbalas,,,,itu salah anda sendiri.Berusahalah senantiasa mendamaikan hati kita......dan Orang yang punya kedamaian hati adalah orang yang dapat menahan emosi saat dia akan marah.